Advertorial Kegiatan

Dosen UMMagelang Terapkan Iptek Mitigasi Sampah Plastik di SD/MI Kecamatan Mertoyudan

MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dalam penerapan Iptek Mitigasi Sampah Plastik pada SD/MI di Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Tim PKM yang terdiri dari Rasidi, M.Pd, Galih Istiningsih, M.Pd dan Ns. Sambodo Sriadi Pinilih, M.Kep menjadikan SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan sebagai central dilaksanakannya program pengabdian.

Kegiatan yang diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi tentang sampah plastik, Jumat-Sabtu (3-4/07/20). FGD dihadiri oleh 28 orang peserta perwakilan guru dari SD/MI di wilayah Mertoyudan dan dari Kecamatan lain di Kabupaten Magelang.

Kepala SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan, Samsul Huda, S.Pd.I menyampaikan apresiasi atas kemitraan dan antusiasme para peserta dari luar Kecamatan Mertoyudan. Dikatakan Samsul, program mitigasi sampah plastik ini diharapkan mampu menjadikan sekolah lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan.

“Kegiatan ini diharapkan memunculkan semangat untuk lebih bijak dalam penggunaan barang-barang yang terbuat dari plastik,” katanya.

Sementara Ketua Tim, Rasidi, M.Pd menjelaskan dipilihnya sekolah sebagai mitra dalam pelaksanaan program karena sekolah sebagai wadah pendidikan.

“Perlu sejak dini menanamkan dan mengembangkan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup,” katanya.

Para peserta FGD Iptek Mitigasi Sampah Plastik. (foto: Azizah Siedoo)

Program yang akan dilaksanakan selama 2 bulan ini bertujuan agar terbentuk sumber daya manusia yang arif dalam memanfaatkan potensi dirinya. Guna berbuat untuk menciptakan kualitas lingkungan yang kondusif, ekologis, lestari secara nyata dan berkelanjutan.

Pada akhir FGD, terbentuklah Satuan Tugas (Satgas) bersama dalam komitmen menjalankan Iptek Mitigasi Sampah Plastik dengan serangkaian kegiatan. Berupa sosialisasi tentang peran guru dalam mitigasi sampah plastik, pelatihan inovasi dan kreasi berbahan sampah plastik, dan implementasi mitigasi sampah plastik di sekolah.

“Semoga para guru dan siswa bisa menjadi contoh teladan bagi masyarakat sekitar dalam perilaku sehat tanpa sampah plastik,” tambah Rasidi.

Diharapkan juga dengan adanya pelatihan mitigasi sampah  bagi masyarakat pendidikan khususnya SD untuk membangun kesadaran secara personal, kesadaran masyarakat dan mitigasi sampah untuk mengurangi bahaya yg ditimbulkan.

“Serta sebagai upaya menjaga dan melestarikan lingkungan dengan cara-cara yang simpatik, kreatif, inovatif yang mengambil nilai-nilai maupun kearifan budaya lokal,” harap Rasidi, M.Pd. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?