Walikota Magelang Sigit Widyonindito, menyerahkan bingkisan lebaran kepada perwakilan lansia, guru, dan penjaga sekolah TK di Kota Magelang.
Daerah

Walikota Serahkan Bingkisan Khusus ke Guru Honorer

MAGELANG - Para guru honorer di sekitar Kota Magelang, Jawa Tengah mendapatkan perhatian khusus . Sebanyak 36 orang guru TK, penjaga sekolah TK, dan karyawan honorer se-Kota Magelang menerima paket bantuan sembako. Bantuan diserahkan langsung Walikota Magelang Sigit Widyonindito di Gedung Wanita, Senin (4/6/2018). Bingkisan Lebaran diberikan kepada perwakilan guru honorer, lansia, penjaga TK itu merupakan binaan langsung Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Magelang.

Ketua DWP Kota Magelang Demertya Tety Sugiharto menjelaskan, pemberian bingkisan kepada perwakilan lansia, guru honorer, dan penjaga TK ini murni berasal dari pengumpulan zakat ketua, ibu-ibu pengurus, dan anggota DWP se-Kota Magelang. Isi dari paket tersebut antara lain roti, sirup, kacang tanah, minyak goreng, tepung terigu, bakmi, gula pasir, jeli.

"Kegiatan ini merupakan program kerja DWP Kota Magelang bidang pendidikan dan bidang sosial budaya. Tujuannya untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama, dengan harapan bermanfaat bagi para penerima," kata Demetrya.

Selain itu, bantuan juga diberikan kepada para lansia sebanyak 51 orang yang tersebar di 3 kecamatan di Kota Magelang. Untuk bantuan kepada lansia sudah diberikan sejak 2016 dan rutin setiap tahun. Paket bantuan berisi beras, selimut, roti, sirup, bakmi, minyak, jeli, gula pasir.

Sementara itu, Walikota Magelang Sigit Widyonindito mengapresiasi dan meminta instansi lain untuk meniru kegiatan terkait dengan penyerahan bingkisan oleh DWP Kota Magelang. Menurut walikota, kegiatan ini patut ditiru.

"Jangan lihat besaran bingkisan yang diberikan, tapi bentuk perhatian yang luar biasa," kata Sigit.

Adapun libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 kali ini, sedikit lebih lama jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 11-21 Juni 2018. Menghadapi hal itu, walikota menghimbau para guru maupun penjaga sekolah untuk lebih siap mengamankan sekolah.

"Saya nitip kepada guru-guru maupun penjaga sekolah khususnya, boleh libur hari raya. Tapi jangan sampai sekolah tidak diurus," ujar Sigit.

Sigit menyebutkan, himbauan ini berdasarkan kejadian yang pernah menimpa SMAN 2 Magelang pada saat libur panjang berlangsung.

"Kita punya pengalaman, komputer di SMAN 2 Magelang itu habis dibobol pencuri. Dua kelas atau berapa itu, tercecer. Karena ditinggal libur lama," kata Sigit.

Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang, Sigit mengaku sudah mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jajaran untuk pengamanan. Termasuk juga memberikan himbauan kepada sekolah-sekolah.

"Di sekolah-sekolah TK, kelihatannya sepele, isinya cuma permainan anak. Tapi kalau sampai kebobolan, susah nanti. Untuk itu, saya nitip ke guru-guru, sekolahnya dilihat, diperiksa, diatur sebaik-baiknya," katanya.

Apa Tanggapan Anda ?