Daerah

Guru Daerah Khusus Disiapkan Hadapi PPG

SEMARANG - SEBANYAK 118 guru sekolah dasar (SD) yang mengajar di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) mendapat pelatihan untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan. Para guru tersebut selama kurang lebih tiga bulan akan mendapat ilmu dari para dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Para peserta antara lain berasal dari Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Pembukaan pelatihan guru daerah khusus tersebut dilakukan Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH, MHum, di Wisma P4G Kampus 2 UPGRIS Jalan Sriwijaya Semarang Jawa Tengah, Sabtu (01/09/2018)

Muhdi menjelaskan, program yang berlangsung di UPGRIS ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meningkatkan kompetensi guru dari daerah khusus.

”Para guru ini akan mendapat gemblengan sebelum mengikuti PPG,” ungkapnya.

Secara nasional jumlah guru asal daerah khusus yang mendapat pelatihan 3.517 orang, sedangkan yang mendapat pembekalan di UPGRIS 118 orang. Diketahui UPGRIS merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang mendapat tugas dari pemerintah untuk melakukan pelatihan.

Muhdi yang juga mengisi materi tentang tantangan guru abad 21 dalam pembukaan tersebut menambahkan, menjadi guru di daerah khusus, kerap memiliki permasalahan dan tantangan tersendiri.

”Tugas guru daerah khusus ini memang berbeda dengan daerah seperti di Jawa. Misalnya bagaimana untuk berangkat mengajar saja harus berjalan kaki karena daerahnya sulit terjangkau,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, kegiatan tatap muka sebagai pembekalan untuk mengikuti PPG dalam jabatan ini dilakukan karena tempat para guru mengajar ini belum terjangkau oleh jaringan internet. Sebab, untuk peserta PPG dalam jabatan lain, pelatihan dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online.

Muhdi menjelaskan, pelaksanaan pembekalan menjelang PPG ini untuk peningkatan kualitas pendidikan yang merata. Salah satunya dengan standar kompetensi melalui sertifikasi bagi para guru dari daerah khusus.

”Para guru dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar ini juga mesti didorong kualitasnya,” tambahnya.

Pembekalan ini sebagai pengkondisian awal bagi guru daerah khusus dalam mengikuti PPG. Para peserta akan diasramakan di wisma P4G mulai 1-24 September 2018. Narasumber selain dari dosen dan instruktur UPGRIS juga dari Widya Iswara LPMP dan seluruh biaya berasal dari pemerintah.

 

Siedoo/UPGRIS/NSK

Apa Tanggapan Anda ?