Perkenalkan perpustakaan kepada para siswa. Perpusda Kabupaten Magelang mulai menempati gedung baru yang baru saja selesai dipugar menghabiskan dana senilai Rp 21 Miliar.

Daerah

Wajah Baru Perpusda, Setelah Direhab Rp 21 M


MAGELANG – Para siswa – siswi dari beberapa sekolah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah duduk berjajar di dalam ruang pemutaran film. Bukan di sebuah gedung bioskop megah nan indah. Namun, mereka menonton film bareng di ruang khusus, bagian dari Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Magelang.

Pada kesempatan itu, Perpusda mengundang beberapa sekolah di sekitarnya. Diantaranya siswa -siswi dari SDN Muntilan, SD Muhammadiyah Gunungpring, TPA Masjid Al Mustaqim, TK ABA Kauman, TK Pertiwi dan TK Harapan Bunda.

Selain mengenalkan pemutaran film khazanah kearsipan dan ruang taman baca pustakan, siswa juga diperkenalkan beberapa fasilitas layanan Perpusda. Diantaranya story telling (mendongeng) bersama Kak Damar, pemutaran film pendidikan, layanan baca perpustakaan keliling, pemutaran film khazahnah serta lainnya.

“Mari bersama-sama kita kembangkan dan berdayagunakan perpustakaan ini, untuk meningkatkan kegemaran membaca menuju pada peningkatan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Plt Kepala Perpusda Kabupaten Magelang Drs Endra Wacana.

Pengenalan ini juga moment kali pertama menempati gedung baru yang baru saja selesai dipugar. Gedung perpustakaan diperbaiki menghabiskan dana sekitar Rp 21 Miliar. Gedung baru ini, menempati areal 8.720 meter persegi di Jalan Raya Yogyakarta – Muntilan.

Perpustakaan mampu menyimpan 42.724 buku dengan 26.179 judul. Meliputi buku tentang ilmu pengetahuan, keterampilan, pemeliharaan hewan, buku lifestyle atau gaya hidup dan lainnya. Sebagai tahap awal menempati gedung baru, Perpusda mulai membuka layanan perpustakaan dan kearsipan Senin (2/4/2018).

“Setelah satu tahun kami harus ‘mengungsi’ karena gedung baru direhab. Akhirnya kami kembali lagi,” jelasnya.

Endra yang juga Asisten III Pemkab Magelang itu menjelaskan, sebagai tahap awal, Pemerintah membuka layanan perpustakaan dan kearsipan dengan mengundang perwakilan sekolah. Hal itu untuk melihat dan memanfaatkan sarana dan prasarana di perpusda ini.

“Kearsipan juga harus dikembangkan dan diberdayakan sebagai alat bukti sejarah yang dapat menyelamatkan proses pembangunan masyarakat. Untuk dapat diwariskan pada generasi anak bangsa kita,” kata dia.

Apa Tanggapan Anda ?