BUKU. Prof Edy memberikan buku ke istri Alm Munawwar. (foto: ist)
Daerah

Menilik Buku Panduan Rubrik AMI PTMA Karya Mendiang Dr. Suliswiyadi, M.Ag dan Munawwar Khalil, M. Ag

MAGELANG – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) meluncurkan buku Panduan Rubrik Audit Mutu Internal (AMI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Peluncuran buku tersebut diselenggarakan di Auditorium Kampus 1 UNIMMA belakangan ini.

Dengan diikuti oleh 332 peserta daring yang merupakan perwakilan PTMA se-Indonesia, acara tersebut juga dihadiri oleh keluarga mendiang Dr. Suliswiyadi, M. Ag dan Munawwar Khalil, M. Ag serta beberapa Rektor PTMA di Jawa Tengah.

Launching buku bertajuk “Tribute to: Dr. Suliswiyadi, M.Ag & Munawwar Khalil, M. Ag”, selain untuk menerbitkan buku secara resmi juga merupakan persembahan dan penghargaan bagi mendiang kedua penyusun buku Panduan Rubrik AMI PTMA. Keduanya merupakan penyusun utama buku bersama beberapa rekan lain diantaranya, Dr. Budhi Akbar, M.SI. dan Drs. Daniel Fernandes, M.SI.

Materi atau juga evaluasi buku AMI PTMA melampaui indikator yangdimiliki lembaga audit lainnya, terutama terkait bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Karena itu, audit SPMI (Sistem Pengaudit Mutu Internal) PTMA ini lebih kompleks jika dibanding SPME (Sitem Pengaudit Mutu Eksternal) dari Lembaga kredibel lainnya.

Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., MSI menyampaikan terima kasih dan syukur yang mendalam atas diluncurkannya buku Panduan Rubrik AMI PTMA.

“Hal yang dinantikan sebagai kontribusi dan jariyah UNIMMA melalui Rektor kami, Dr. Suliswiyadi, M. Ag yang mencurahkan waktu dan tenaga untuk menyusun buku Panduan Rubrik AMI PTMA. Dan bisa dijadikan panduan SOP audit mutu internal. Ia adalah sosok yang mencurahkan waktu untuk menyusun penjaminan mutu di lingkungan PTMA,” tuturnya.

Rektor menjelaskan dengan diterbitkan buku Panduan Rubrik AMI PTMA diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan.

“PTMA harus memiliki karakter yang spesifik dan melekat ciri khas lulusan dari PTMA. Dan juga dapat menjaga continous improvement agar menjaga kinerja dalam audit mutu menjadi lebih mudah dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Chairil Anwar, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menyebutkan bahwa Dr. Suliswiyadi, M.Ag dan Munawwar Khalil, M.Ag merupakan dua tokoh yang selalu mencurahkan waktu dan tenaga untuk meningkatkan mutu dan akreditasi bagi PTMA.

“Buku ini selain menjadi panduan bagi PTMA, nantinya pasti akan bermanfaat untuk teman-teman kita dari perguruan tinggi yang lain,” ungkapnya.

Chairil mewakili Majelis Diktilitbang juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas mendahuluinya dua tokoh yang sangat peduli dengan peningkatan mutu dan kualitas PTMA tersebut.

Seperti diketahui, Dr. Suliswiyadi, M.Ag merupakan Rektor UNIMMA yang dilantik pada tahun 2020 lalu dan juga aktif sebagai Tim Asistensi (TA) Bidang Akademik. Ia meninggal pada bulan Mei 2021.

Prof Edy Suandi Hamid, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang turut hadir dalam acara launching mengungkapkan sosok Almarhum merupakan sosok yang dapat diandalkan, aktif, dan teladan jauh sebelum beliau diangkat menjadi Rektor.

“Pengetahuannya yang mendalam dan detail tentang penjaminan mutu dan akreditasi, ditopang dengan penyampaian materi yang relaks, membuat ia disukai, dan sering terlibat dalam workshop dan pendampingan yang dilakukan Majelis,” tutur Prof Edy.

Sementara itu, Munawwar Khalil, M.Ag yang merupakan sahabat dekat Dr. Sulis juga merupakan aktifis Muhammadiyah yang multi talenta. Ia wafat pada bulan Agustus 2021. Selama hidupnya, Munawwar dikenal sebagai mubaligh ulung yang ceramahnya sangat disukai para aktifis dan masyarakat. Munawwar tidak hanya memberikan tenaga namun juga ide-ide baru untuk membangun dan meningkatkan kualitas PTMA melalui Bidang Akademik.

Kedua Almarhum memang dikenal sebagai pemikir, sekaligus praktisi yang memahami dunia pendidikan secara mendalam dan luas. Semasa hidupnya, mereka kerap aktif melakukan pendampingan sehingga sering turun ke PTMA di seluruh Indonesia. Bahkan Ketika wabah Covid-19 menyerang, keduanya turut melakukan pendampingan secara intensif untuk mendorong dan memotivasi pimpinan serta dosen PTMA. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?