Ilustrasi

Opini

Akhlak adalah Karakter yang Sebenarnya


Siedoo, PENDIDIKAN karakter sudah menjadi ‘trending topic’ dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini. Hal itu muncul setelah gagasan pendidikan karakter yang digaungkan pemerintah. Keberadaannya haruslah memiliki arah dan tujuannya yang jelas. Sehingga implementasi di lapangan menjadi mudah dilaksanakan.

“Sebaliknya bila tidak jelas, maka jangankan hasil dari proses pendidikan tersebut, implementasinya saja mengalami kendala. Karena itu memahami pendidikan karakter khususnya dalam Islam menjadi sangat penting,” kata Aslinda SPd, guru Sosiologi SMAN Pekanbaru sebagaimana ditulis datariau.com.

Ditandaskan, Pendidikan Islam merupakan upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untuk maju berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan berakhlak mulia. Sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan yang menjadi tujuannya.

“Karena itu, bisa dikatakan bahwa pendidikan dalam perspektif Islam bisa dimaknai upaya manusia untuk melahirkan generasi yang lebih baik, generasi yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Generasi ini adalah generasi emas profesional yang berakhlak mulia,” bebernya.

Dijelaskan, karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti. Adapun makna berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak.

“Bila dikaitakan dengan Islam, dapat disimpulkan bahwa individu yang berkarakter baik adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Allah,” jelasnya.

Melihat makna pendidikan dan karakter di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah proses pembentukan akhlak, kepribadian dan watak yang baik, bertanggung jawab akan tugas yang diberikan Allah kepadanya di dunia. Serta mampu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

“Karena itu dalam Islam, pendidikan karakter adalah pendidikan agama yang berbasis akhlak. Pembentukan akhlak generasi kini dan mendatang dapat terwujud melalui pendidikan karakter selaras dengan pendidikan Islam,” tandasnya.

Akhlak adalah karakter yang sebenarnya, bukan karakter yang mudah berubah-ubah. Berubah-ubahnya watak dan kepribadian seseorang menunjukan lemahnya karakter dan lemahnya akhlak seseorang.

Perubahan-perubahan perilaku manusia ini disebabkan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai relatif yang terus berkembang. Jika ingin menanamkan karakter yang tak tergilas oleh waktu, maka harus menggunakan referensi yang juga tak tergilaskan oleh nilai universal, dan ini adalah konsep akhlak dalam Islam.

“Pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah telah diintegrasikannya ke dalam mata pelajaran dengan tujuan agar terbetuknya generasi bangsa selain cerdas juga berakhlak mulia,” jelasnya.

Apa Tanggapan Anda ?