Peserta KKN mengikuti pembekalan selama tiga hari di Auditorium Kampus 1 UM Magelang.

Daerah

Mahasiswa Juga Peduli Pariwisata

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

MAGELANG – Dunia pariwisata tidak hanya menjadi obyek pembangunan pemerintah semata. Perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah juga menaruh perhatian di bidang pariwisata. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 45 UM Magelang Tahun 2018 mengambil tema “Optimalisasi Pariwisata di Wilayah Magelang sebagai Pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur”.

KKN tematik kali ini, diikuti 610 peserta yang terbagi dalam dua kelas. Yakni, 407 peserta kelas reguler dan 203 peserta kelas paralel. Mereka akan ditempatkan di kota dan kabupaten Magelang mulai 26 Februari hingga 26 Maret 2018.

Lokasi yang digunakan untuk KKN di Kota Magelang ada 3 kecamatan dengan 17 kelurahan. Adapun di Kabupaten Magelang ada 9 kecamatan dengan 48 desa. Sehingga, total ada 65 desa dan kelurahan yang menjadi lokasi KKN angkatan 45 kali ini.

Penentuan lokasi tersebut, merupakan hasil koordinasi dengan Bappeda yang telah memetakan daerah “merah”. Selain itu juga berdasarkan permintaan dari kepala desa setempat yang walaupun lokasinya tidak masuk dalam daerah “merah” namun minta untuk didampingi.

“Saat ini konsep yang diterapkan pemerintah tidak lagi membangun desa. Tapi desa membangun, sehingga banyak desa yang butuh pendampingan terutama dalam pengelolaan dana desa,” jelas Dr. Heni Setyowati ER, S.Kp, M.Kes, Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UM Magelang.

Ia menyebutkan, tema tersebut diangkat karena pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia. Termasuk wilayah kota dan kabupaten Magelang. Disampingi itu, Candi Borobudur dan wilayah di sekitarnya telah ditetapkan sebagai 10 destinasi pariwisata prioritas dari 288 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang telah ditetapkan pemerintah.

“Faktor lain yang tak kalah penting yakni sektor pariwisata merupakan salah satu program yang dikembangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota dan Kabupaten Magelang,” kata Heni.

Heni menambahkan, pembangunan yang dilakukan di desa-desa sekarang bukan lagi pembangunan fisik. Tetapi pembangunan mental serta karakter warga. Terlebih dalam pengelolaan dana desa dimana saat ini tiap-tiap desa memperoleh kucuran dana sekitar Rp 1 Miliar.

“Sehingga butuh pendampingan dalam penggunaan dana tersebut,” jelasnya.

Sebelum terjun ke masyarakat, para peserta KKN mengikuti pembekalan selama tiga hari di Auditorium Kampus 1 UM Magelang. Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas dan fakultas di lingkungan UM Magelang.

Rektor UM Magelang Ir Eko Muh Widodo MT menyampaikan, tema pariwisata yang diangkat terlebih pariwisata Borobudur sebagai KSPN. Ini menjadi penting mengingat pariwisata mencakup banyak unsur di dalamnya. Termasuk pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pariwisata. Baik wisata alam maupun budaya.

Dalam pembekalan selama tiga hari yakni dua hari untuk peserta KKN reguler dan satu hari untuk peserta KKN paralel. UM Magelang melibatkan beberapa instansi terkait yang diharapkan dapat memberikan pemahaman serta wawasan kepada para mahasiswa sebelum mereka terjun ke lapangan.

Apa Tanggapan Anda ?