Mahasiswa FKIP Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) Tahun Ajaran 2018/2019 sedang wawancara dengan Kepala SD Negeri Jogomulyo Tempuran Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam kegiatan Magang I di sekolah tersebut. (Foto:Narwan SK)

Daerah

FKIP UM Magelang Terjunkan Mahasiswa Magang

DPRD Kota Magelang

MAGELANG - FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) Jawa Tengah menerjunkan para mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Prodi PGSD) Tahun Ajaran 2018/2019 ke beberapa wilayah di Kabupaten Magelang untuk melaksanakan kegiatan magang.

Mereka terdiri dari 155 mahasiswa Magang I dan 188 mahasiswa Magang III. Tempat magang beberapa sekolah dasar di Kabupaten Magelang seperti Tempuran, Salaman, Muntilan, Mungkid, Mertoyudan, dan Secang. Kegiatan dilaksanakan selama 10 hari.

Untuk menyiapkan guru profesional dalam bidang akademik, salah satunya dilakukan dengan prakondisi dalam bentuk kegiatan magang (intership) sebagai bagian yang penting dari sistem penyiapan guru berkewenangan ganda yang profesional. Magang dilaksanakan pada setiap semester pendek.

Saat menyerahkan 8 mahasiswa magang I di SD Negeri Jogomulyo Kecamatan Tempuran, salah satu dosen pembimbing mahasiswa, Tria Mardiana MPd mengatakan, tujuan magang agar mahasiswa mengenal SD secara langsung. Mengingat tujuan khusus mata kuliah magang mempersiapkan calon guru agar lebih mengenal lingkungan profesinya. Sehingga, nanti mampu melakukan kegiatan praktik mengajar (Magang III) dalam mata kuliah Program Pengamalan Lapangan (PPL) selanjutnya.

“Ketika melakukan magang mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang terkait dengan kondisi di Sekolah Dasar. Di samping itu mahasiswa dapat menjalin kerja sama dengan warga sekolah,” katanya.

Landasan Jati Diri Pendidik

Kegiatan magang bagi mahasiswa sangat penting. Sebagai calon pendidik, kegiatan ini sebagai sarana membangun landasan jati diri pendidik melalui beberapa kegiatan. Antara lain melalui pengamatan langsung kultur sekolah, pengamatan untuk membangun kompetensi dasar pedagogik, kepribadian dan sosial, serta pengamatan untuk memperkuat peserta didik.

Para mahasiswa dibekali instrument kegiatan sebagai panduan untuk melakukan kegiatan selama magang. Mereka mengamati fisik sekolah dan lingkungannya, mengamati kegiatan guru dan siswa dalam belajar mengajar, kegiatan guru dalam mempersiapkan pengajaran, sampai kegiatan siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler.

Kepala SD Negeri Jogomulyo, Marsodin SPd saat menerima mahasiswa mengatakan, siap membantu para mahasiswa. Marsodin mengatakan, selama magang para mahasiswa dapat mengambil ilmu sebanyak-banyaknya. Sehingga, nantinya menjadi calon guru yang memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

“Yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab,” kata Marsodin. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang