Daerah

Bentuk Perhatian Tim Abdimas UM Magelang ke Pemahat Batu

MAGELANG - Tim Abdimas (Pengabdian kepada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang), Jawa Tengah memberikan perhatian lebih kepada kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Tim yang terdiri para akademisi ini merasa prihatin dengan lingkungan kerja pemahat batu di Dusun Banaran, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Mereka mendorong agar para pekerja pahat batu tersebut mempunyai perilaku kerja yang sehat dan selamat.

“Para pemahat batu banyak terpapar kebisingan yang intensitasnya melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) yang telah ditetapkan pemerintah. Mereka terpapar debu hasil penggergajian atau pahatan batu,” ujar Ketua Tim Abdimas Heniyatun, SH., M.Hum.

Memang, tingginya resiko keselamatan kerja dan kesehatan bagi pemahat batu di Dusun Banaran, Desa Sedayu menjadi salah satu keprihatinan bagi tim Abdimas. Sebelumnya, tim Abdimas yang diketuai Heniyatun, SH., M.Hum dengan anggota PujiSulistyaningsih, SH., M.Hum mengawali pengabdian dengan sosialisasi tentang asuransi ketenagakerjaan yang disampaikan BPJS Ketenagakerjaan wilayah Magelang, Jumat (8/2/2019).

Dari sosialisasi tersebut, sebanyak 38 orang pekerja pahat batu telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kini, tim Abdimas kembali mendorong agar para pekerja pahat batu di Dusun Banaran tersebut mempunyai perilaku kerja yang sehat dan selamat, dengan memberikan bantuan seperangkat Alat Pelindung Diri (APD) kepada 50 pekerja pahat batu.

APD tersebut terdiri dari 1 buah ear muff untuk penyumbat telinga, 1 buah googles untuk melindungi mata, dan 1 buah masker dengan reffil filternya untuk melindungi pernafasan. Selanjutnya, tim Abdimas akan menyelenggarakan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) kepada para pekerja pahat batu yang direncanakan akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Dalam hal ini bidang Pemberdayaan, Sosial, dan Budaya Bappeda dan Litbang.

“Diharapkan dengan rangkaian kegiatan Abdimas yang telah dan akan dilaksanakan, akan semakin meningkatkan produktivitas para pekerja pahat batu. Karena kondisi kesehatan dan keselamatannya optimal,” jelas Heniyatun saat di lokasi pahat batu.

Peralatan safety diberikan kepada para pekerja pahat batu pada Jumat (26/4/2019). Para pekerja menyambut baik bantuan dari tim Abdimas UM Magelang tersebut, dan berjanji akan selalu mengenakannya pada saat bekerja. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?