Daerah

Tabligh Akbar Smansa, Tanpa Quran Aku Ambyar

MAGELANG - Dewan Islam Sekolah (DIS) SMA Negeri 1 Kota Magelang, Jawa Tengah menggelar acara Tabligh Akbar Virtual dengan kuota 1.000 partisipan. Acara dimulai pukul 08.30 WIB hingga 12.00 WIB, berlangsung di Pendopo Pengabdian Walikota Magelang. Agar acara lebih menarik para peserta, disediakan berbagai hadiah khusus bagi yang beruntung.

DIS sendiri merupakan salah satu organisasi keagamaan yang ada di SMAN 1 Kota Magelang. Dulunya dikenal sebagai sebutan rohis, namun kini berganti menjadi DIS. Perubahan nama ini atas keputusan bersama dari berbagai pihak yang beranggapan bahwa sebutan DIS akan lebih mewakili siswa dalam aksi keagamaan Islam daripada rohis.

Acara diawali dengan registrasi pada pukul 08.30 WIB. Selanjutnya ada pembukaan dan penayangan video perkenalan DIS. Tidak ketinggalan pula pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta sambutan dari Kepala Sekolah dan Pengawas PAI.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan positif bagi para siswa. Selain dapat mendekatkan diri kepada Tuhan YME juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas karakter siswa," kata Kepala SMA Negeri 1 Kota Magelang, Drs. M. Arief Fauzan B., M.Pd.Si.

SMAN 1 Kota Magelang mempunyai branding Smansa Excellent and Integrity School. Itu artinya bahwa SMAN 1 Kota Magelang adalah sekolah hebat berintegritas. Hebat disini tidak hanya hebat dalam akademis, namun juga dalam hal religiusnya. Integritas berarti berkepribadian jujur dan berkarakter kuat.

"Sekolah HEBAT yaitu berasal dari kata Humanis, Empati, Berakhlak, Antusias, Tertib," urainya.

Dijelaskan bahwa, hebat akan memberikan kekuatan siswa untuk bisa lebih baik lagi. Jiwa hebat tidak hanya harus dimiliki oleh siswa, namun juga harus dimiliki oleh seluruh warga sekolah baik guru maupun karyawan.

"Integritas berarti berkepribadian jujur dan berkarakter kuat yang dilingkupi oleh sembilan nilai-nilai integritas. Sembilan nilai tersebut adalah jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja keras, sederhana, berani, adil," ujar Arief.

Baca Juga :  UM Magelang Lahirkan Guru Besar Setelah 53 Tahun

Sebagai acara inti, ada pemaparan materi oleh Ust Muzammil dan Ust Zaki Rivai. Tidak hanya penyampaian materi saja, namun juga peserta dipersilahkan bertanya sesuai dengan kuota yang disediakan oleh panitia penyelenggara.

Ustadz Muzammil Hasballah merupakan Founder Qori Community. Selain itu ia juga seorang Imam Muda Salman. Sedangkan Ustadz Zaky Ahmad Rivai merupakan ahli agama, penulis sekaligus aktor. Ustadz Zaky pernah menulis sebuah karya berjudul "Islam Gak Liberal" dan juga pernah membintangi film "Tausiah Cinta".

Ustadz Muzammil Hasballah juga menceritakan tentang keistimewaan Al-Qur'an. Bahwa Al-Qur'an secara acak diturunkan di Makkah dan Madinah dengan segala mukjizatnya.

Diturunkan selama 13 tahun sejak sebelum Nabi Muhammad hijrah hingga 10 tahun setelah hijrah. Pada masing-masing susunan ayatnya pun menyimpan mukjizat luar biasa walau diketahui bahwa Al-Qur'an turun secara acak atau random.

Acara Tabligh Akbar ini mengusung tema besar yaitu "Tanpa Quran Aku Ambyar". Inti dari tema ini adalah untuk lebih mendekatkan diri dengan Al-Qur'an agar manusia tidak ambyar. Strategi pemberdayaan Al-Qur'an yang menjadi materi dalam Tabligh Akbar yaitu 5 NG (NGenalna, NGlafalna, NGafalna, NGartikna, NGamalna).

NGenalna berarti dia harus dekat dengan Al-Qur'an. NGlafalna berarti harus bisa membaca dengan tajwid yang benar. NGafalna supaya kedekatan dengan Al-Qur'an dapat mewarnai dirinya untuk dapat menghafalkan. NGartikna berarti harus tahu dan mengamalkan arti dari Al-Qur'an.

Panitia menyediakan kuota 1.000 partisipasi yang dapat bergabung dalam Zoom Meeting. Selain itu untuk mengantisipasi lonjakan peserta, panitia juga melakukan penayangan live melalui akun YouTube Dewan Islam Sekolah. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?