Opini

11 Strategi TTM, Raih Sukses Puasa Ramadhan

Siedoo, Puasa Ramadhan tidak hanya sekedar menahan nafsu dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Namun puasa Ramadhan merupakan ibadah yang membawa kita untuk meninggalkan segala bentuk maksiat, agar kita mendapatkan pahala dan keberkahan dari puasa Ramadhan.

Sebagai seorang mukmin harus berupaya dengan penuh kesungguhan agar Tercapai Tujuan puasa bagi orang-orang beriman, untuk meraih derajat Muttaqin (TTM) sesuai firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah : 183.

*يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ*

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu di antara umat manusia agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa (Muttaqin).

Maksudnya dari ayat tersebut berdasarkan tafsirQ.com: "bahwa orang-orang beriman yang melaksanakan perintah puasa agar menjadi orang-orang yang bertakwa wajib menjaga diri dari maksiat, karena puasa itu dapat membendung syahwat yang menjadi pangkal sumber kemaksiatan itu."

Hadits Rasulullah SAW menyampaikan mengenai kesia-siaan orang yang berpuasa:

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش

Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i).

Hadits di atas menjelaskan bahwa banyak orang yang melaksanakan puasa dengan menahan lapar dan dahaga. Namun, tidak mendapatkan pahala dari ibadah puasa yang dijalaninya karena melaksanakan perbuatan maksiat.

Upaya yang harus dilakukan agar puasa kita tidak sia-sia dan sukses beribadah di bulan Ramadhan paling tidak melalui 11 Strategi TTM untuk bekal raih kesuksesan menghadapi 11 bulan berikutnya:

1. Terlaksananya Telinga Menutup (TTM-1).
2. Terlaksananya Tertutupnya Mata (TTM-2).
3. Terlaksananya Tertutupnya Mulut (TTM-3).
4. Terlaksananya Tangan Mengikat (TTM-4).

Baca Juga :  Tabligh Akbar Smansa, Tanpa Quran Aku Ambyar

Dari TTM-1,2,3, dan 4 sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: *"Idza shumtu falyashum sam'uka wabasharuka walisanuka wayaduka."*

"Tatkala kamu berpuasa maka hendaklah puasakan pula telingamu, matamu, mulutmu, dan tanganmu."
(Al-Hadits)

5. Terlaksananya Terpelihara Menjaga hati (TTM-5). TTM-5 ini sesuai dengan yang diriwayatkan Imam Ali a.s.:

"Puasanya hati lebih baik dari puasanya lisan, dan puasanya lisan lebih baik dari puasanya perut." (Ghurorul Hikam: Hadits 5890).

6. Tarawwih Tiap Malam (TTM-6).
Dari AbuHurairah, Rasulullah SAW bersabda:

*مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ*

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) karena iman dan mencari Ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

7. Taklim Tujuh Menit (TTM-7). Seseorang yang mengikuti taklim berarti seseorang tersebut sedang menuntut ilmu untuk menambah wawasan agamanya yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Nabi SAW bersabda:

*مَن سلَك طريقًا يطلُبُ فيه عِلْمًا، سلَك اللهُ به طريقًا مِن طُرُقِ الجَنَّةِ*

“Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya untuk menuju surga.” (HR. At Tirmidzi no. 2682, Abu Daud no. 3641, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

8. Tasarufkan sebagian rezki Tiap Malam, pagi, dan siang (TTM-8).
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

*وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ*

"Dan barang apa saja yang kamu tasarufkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (Qs Saba' 39).

9. Tadarus Tiap Malam (TTM-9).
Sabda Rasulullah SAW:

“Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya Al-Qur'an itu nanti pada hari kiamat akan datang untuk memberikan syafaat kepada orang yang membacanya.” (HR Muslim).

10. Terlaksananya i'tikaf Tertib di Masjid (TTM-10).
Hadits dari sahabat Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:

Baca Juga :  OSIS SMA Negeri 1 Kota Magelang Sukses Gelar Pameran Edukasi Virtual

*كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ*

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim).

11. Terjalinnya Tali silaturrahmi sesama muslim dan nonmuslim (TTM-11).
Dari Anas bin Malik ra berkata: bahwa Rasulullah Saw. bersabda: ”Bagi siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menjalin hubungan silaturrahim.” (HR. Muttafaq Alaih).

Semoga bermanfaat. (*)

 

 

*Drs. M. Arief Fauzan Bukhori, M.Pd.Si.
Koordinator Pembina Dewan Islam Sekolah (DIS) SMA Negeri 1 Magelang, Jawa Tengah

Apa Tanggapan Anda ?