Opini

Konsep Sehat Raga tentang Asupan Air di Tubuh

Siedoo, Semua penyakit apapun bentuknya saat ini, pasti hasil dari pola hidup fisik atau psikis yang kacau/tidak seimbang. Bisa hidup berlebihan atau kekurangan di masa lalu. Batu dalam tubuh (batu ginjal, batu ureter, batu kandung kemih, batu empedu) adalah manifestasi kekurangan asupan air, baik ekstrasel atau intrasel secara kronis.

Sehingga sampah berbentuk kristal dari hasil penyaringan darah di ginjal yang seharusnya dibuang, akhirnya menyatu menjadi batu. Batu di saluran kemih biasanya dari asam urat, oxalat sedang batu empedu dari kolesterol.

Hasil pemeriksaan laboratorium kadar kolesterol, asam urat dan gula tinggi itu, juga berawal dari kurangnya air (dehidrasi). Sehingga kekentalan darah meningkat. Sampah darah itu dari gula asam laktat, dari protein, asam urat dari lemak kolesterol dan dari minyak trigliseride.

Makanya sumber makanan yang mengandung enzim (karbo, protein, lemak, minyak) itu disebut makanan pembentuk asam karena menghasilkan produk sampah yang sifatmya asam. Sampah asam ini berpotensi menurunkan pH menjadi dibawah 7. Dan kondisi pH asam dalam darah memicu kerusakan sel.

Bila ini terjadi, akan muncul rasa nyeri, panas, demam, pegal, kesemutan, sakit, loyo, tekanan darah naik, hingga menekan imunitas tubuh yang berakibat mudah kena sakit infeksi dan radang. Inti sakit adalah akibat budaya harian sakit kurang minum, air putih (air ekstrasel) dan kurang asupan, buah segar (air intrasel).

Makanya menu sahur dan iftar sunnah itu, Rasulullah SAW contohnya dengan buah kurma (asupan air intrasel) dan air putih (asupan air ekstrasel).

Semoga bermanfaat, salam sehat holistik.!

 

 

*Medi Wirawan, dr, DFM, MPH-Dokter Konsultan Sehat Holistik

Apa Tanggapan Anda ?