Daerah

Kreativitas Siswa Terhenti, Mahasiswa Gelar Lomba Mewarnai

KEBUMEN - Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang mengikuti program Kampus Mengajar di SD IT Amalia Podourip, Kebumen, Jawa Tengah mengadakan lomba mewarnai online untuk siswa PAUD dan TK sederajat tingkat kecamatan. Penyelenggaraan ini bekerja sama dengan pihak sekolah.

"Sistem perlombaan didesain sesederhana mungkin demi menyesuaikan kemampuan dan penguasaan teknologi para peserta lomba. Perlombaan dimulai dengan tahap pendaftaran yang dilakukan dengan sistem pengisian formulir melalui aplikasi WhatsApp," kata salah satu mahasiswa Dian Fadilah Rahmawati.

Untuk diketahui, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan di Indonesia, salah satunya sektor pendidikan. Pemerintah Indonesia merespon dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelajaran langsung sebagai salah satu upaya pencegahan persebaran Covid-19. Akibatnya, sekolah terpaksa meniadakan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Segala bentuk kegiatan lain yang biasa dijalankan di lingkungan sekolah pun juga turut dihentikan. Kondisi tersebut membuat siswa sekolah lebih banyak menghabiskan waktu belajar di rumah. Proses pembelajaran yang mereka jalani hanya berkutat pada materi pembelajaran saja.

Mereka kehilangan momen untuk mengikuti kegiatan non akademik yang biasa diselenggarakan di lingkungan sekolah. Sehingga kesempatan untuk meningkatkan skill dan kreatifitas menjadi terbatas.

Menyikapi keadaan tersebut, para mahasiswa menyelenggarakan lomba itu. Mereka adalah Baharudin Salim Amirul Ardi, Dian Fadilah Rahmawati, Hasna Amanina, Renita Dewi Anggraeni dan Zidni Filhaq. Selain itu juga dibantu oleh mahasiswa kampus mengajar Adiva Salma dari Universitas Ahmad Dahlan dan Siti Laelatul Fadilah dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Total peserta lomba yang mendaftar berjumlah 187 siswa dari 15 sekolah PAUD dan TK. Mereka kemudian dimasukkan ke dalam grup untuk memudahkan koordinasi dan dipersilahkan mewarnai media gambar yang sebelumnya telah dibagikan oleh panitia melalui perantara sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Wisata Air Titik Nol Besutan UNY

Setiap peserta lomba diwajibkan mengirimkan foto diri saat proses mewarnai dan foto memegang hasil karya setelah selesai mewarnai sebagai bukti kejujuran. Setelah itu, karya mewarnai dikumpulkan ke sekolah masing-masing peserta untuk kemudian diambil dan dilakukan penilaian oleh panitia lomba.

Pelaksanaan lomba diakhiri dengan penyerahan hadiah bagi para juara yang terdiri dari tiga juara umum dan tiga juara harapan untuk masing-masing kategori PAUD dan TK. Penyerahan hadiah dilakukan secara langsung pada acara puncak yang diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ide Awal Munculnya Lomba

Menurut Baharudin Salim Amirul Ardi, ide penyelenggaraan lomba mewarnai online pertama kali tercetus saat pelaksanaan rapat koordinasi antara jajaran guru dengan mahasiswa kampus mengajar. “Saat itu Kepala SD IT Amalia, Mochammad Zen Kholik menyampaikan kegelisahannya tentang perlombaan untuk anak sekolah yang sudah lama terhenti akibat pandemi,” katanya.

Oleh karena itu Ardi membentuk konsep lomba mewarnai online untuk siswa PAUD dan TK sederajat tingkat kecamatan yang bertujuan untuk membangkitkan kembali kreatifitas anak-anak. Selama ini, kreatifitas anak terbatasi akibat minimnya kegiatan pembelajaran tambahan selama pandemi. Di sisi lain, perlombaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan sekolah SD IT Amalia yang baru berdiri pada tahun 2014 kepada masyarakat sekitar.

Perlombaan yang diselenggarakan dengan tagline ‘Gebyar Ramadhan’ itu dijalankan mulai sejak April hingga pertengahan Mei. Yayasan An-Nisa Podourip selaku pihak yang menaungi SD IT Amalia mengundang anak-anak peraih juara, beserta orang tuanya untuk hadir pada acara tersebut guna menerima hadiah. Setiap juara mendapatkan hadiah berupa samir, sertifikat, dan piagam penghargaan.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang berhasil mereka raih, Yayasan An-Nisa juga memberikan tawaran bantuan pendidikan apabila mereka melanjutkan pendidikan di sekolah yang berada dibawah naungan yayasan tersebut. Para mahasiswa Kampus Mengajar dan SD IT Amalia berharap, lomba yang telah diselenggarakan tersebut dapat menjadi pelecut semangat bagi anak-anak sekolah untuk terus berkreasi dan berprestasi.

Baca Juga :  Cat Dinding Berbahan Sabut Kelapa, Inovasi dari Tiga Mahasiswa

Meski di masa-masa pandemi yang menyulitkan seperti sekarang ini. Kegiatan tersebut sesuai dengan pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) UNY dalam agenda pendidikan berkualitas dan kemitraan untuk mencapai tujuan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?