Daerah

Jelang Ujian, Siswa SMK Muhammadiyah Kota Magelang Diberi Motivasi Khusus

KOTA MAGELANG - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kota Magelang, Jawa Tengah menyelenggarakan Motivation Training bertajuk "Sukses Ujian, Sukses Kerja, Sukses Kuliah di Masa Pandemi", Rabu (17/02/2021). Kegiatan di ruang aula ini diikuti 114 siswa/siswi kelas XII, dari enam kompetensi keahlian di sekolah itu.

Training motivasi tersebut menghadirkan Lukman Novianto, M.Pd.I. sebagai pemateri. Pada kesempatan itu, Lukman mengajak para siswa/siswi untuk tetap menjaga semangat ditengah pandemi yang berkepanjangan.

"Lihat negara Jepang, yang pernah dibom sampai hancur-lebur. Tapi mereka mampu bangkit, bahkan menjadi negara yang lebih canggih dari negara-negara lain," tegas Lukman, yang juga Kepala SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang.

Lukman menyemangati para siswa/siswi, agar bisa menyikapi kondisi saat ini dengan hal-hal positif dan produktif. "Harus punya pemikiran berbeda. Manfaatkan HP untuk belajar. Atau untuk berjualan online. Biar yang lain tidur, tapi kita bangun, lakukan yang produktif," ujarnya.

Di depan para siswa/siswi, ia juga bercerita tentang masa lalunya. Ayah Lukman meninggal dunia tatkala ia masih SMP. Karena kondisi ekonomi, ia kemudian dititipkan ke sebuah panti asuhan.

"Di Magelang ini, saya pernah jadi penjaga masjid. Saya ngosek (membersihkan) WC dan kamar mandi. Membersihkan semua fasilitas di masjid," ucapnya.

Pekerjaan itu ia jalani selama kurang lebih 1,5 tahun. Yang ia jaga adalah sebuah masjid di belakang Hotel Citi Hub, di Kampung Jagoan, Kelurahan Jurangombo Utara.

"Seringkali hanya bisa makan nasi dan kuah. Kalau beli di nasi kucing, tidak pakai lauk," kenang Lukman.

Nunik Listyaningrum, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Muhammadiyah Kota Magelang, mengatakan, training diadakan untuk menyemangati para siswa. Sebab tak lama lagi, mereka bakal menghadapi ujian sekolah sebagai penentu kelulusan, serta ujian kompetensi keahlian.

Baca Juga :  Sekolah Ini Sudah Tahun Ketiga Gunakan Smartphone untuk Ujian

Training motivasi dinilai penting, mengingat para siswa juga akan segera memasuki dunia kerja, dan ada pula yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Anak-anak harus dimotivasi. Keadaan yang terjadi sekarang, sudah membuat mereka kehilangan banyak hal. Termasuk, kehilangan kesempatan belajar di sekolah. Belum lagi, penghasilan orangtua mereka juga menurun. Tentunya itu akan berdampak pada kondisi mental anak-anak," tutur Nunik.

Training motivasi bagi siswa/siswi kelas XII itu sedianya digelar pada Desember dan Januari lalu. Namun, mengingat kondisi, kegiatan tersebut baru dapat terlaksana hari ini.

SMK Muhammadiyah Kota Magelang masih menjadwalkan satu training lagi untuk para siswa/siswi, yakni pada 23 Februari mendatang. Kegiatan ini akan menghadirkan praktisi pendidikan Ustadz Wahyono. (prokompim/kotamgl) (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?