Siswa SMK Muihammadiyah 1 Kota Magelang, ketika sedang mengerjakan ujian berbasis Android menggunakan smartphone | foto : Fauzi Bayu Sejati | Siedoo

Advertorial Daerah

Sekolah Ini Sudah Tahun Ketiga Gunakan Smartphone untuk Ujian


MAGELANG  -  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Kota Magelang, Jawa Tengah menerapkan ujian berbasis android. Hal tersebut dilakukan pada Penilaian Akhir Semester (PAS), 25 November hingga 2 Desember 2019. Sebanyak 382 siswa mengikutinya.

“Dalam menjaga integritas siswa, kami menerapkan ujian berbasis android yang mana siswa tidak akan dapat bertanya kepada teman. Karena system akan mengacak soal,  sehingga satu siswa dan siswa lainnya akan berbeda. Secara tidak langsung akan menjaga kejujuran siswa,” kata Waka Kurikulum SMK Muhammadiyah 1 Kota Magelang, Nunik, S.Pd.

Media yang digunakan adalah smartphone milik siswa yang diinstall dengan aplikasi ujian. Setelah apilkasi terinstall, maka perangkat harus dihubungkan dengan wifi untuk mendapatkan akses.

Siswa cukup memasukkan username dan password yang berbeda di setiap siswa. Selanjutnya siswa memasukkan token. Kerahasiaan soal ujian terjaga, karena dalam setiap sesi ujian mempunyai token yang berbeda.

Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas ujian dan mencegah kebocoran soal. Bagi siswa yang tidak memiliki smartphone android atau smartphone tidak support dengan aplikasi ujian, pihak sekolah menyediakan laboratorium komputer, sehingga menjadi Computer Based Test (CBT).

Sekolah tersebut sudah melaksanakan ujian berbasis android sudah ketiga kalinya. Pertama dilaksanakan ketika USBN (2018), dilanjutkan dengan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) dan disusul Penilaian Akhir Semester (PAS) pada tahun ini.

Kepala SMK Muhammadiyah 1, Atiningsih, S.Pd mengatakan, untuk sekolahnya merupakan sekolah yang semua mata pelajaran diujikan menggunakan android. Hal ini dilakukan untuk memberikan pola baru terhadap ujian, sehingga ujian akan lebih efektif dan efisien.

“Kami melaksanakan ujian ini juga dalam rangka menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dan akan menyusul pada 5.0,  yang mana teknologi harus dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna,” kata Atiningsih.

Kemafaatannya harus dirasakan, bukan hanya sebagai media entertaint, namun juga media pembelajaran. “Harapannya kami terus mampu berinovasi untuk kemajuan dunia pendidikan secara umum, juga kemajuan SMK Muhammadiyah Kota Magelang secara khusus,” imbuhnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?