Daerah

Bantu Atasi Corona, KKN UNS Terjun Langsung ke Desa

PURBALINGGA - Pandemi Covid - 19 masih saja melanda berbagai daerah di Nusantara. Melihat kondisi ini, Kelompok 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah tergerak melaksanakan program kerja untuk menekan angka penderita Corona.

Program itu dengan cara pembuatan tempat cuci tangan sistem injak dan pembuatan hand sanitizer bersama Karang Taruna Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Pembuatan tempat cuci tangan sistem injak sendiri sudah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya.

Kemudian dibagikan sebanyak 3 buah pada 3 titik yang berbeda - beda. Mulai dari balai desa hingga masjid setempat yang berpotensi menjadi titik kerumunan warga sekitar.

Pembuatan hand sanitizer dilaksanakan pada hari yang sama. Dengan bahan alat yang telah tersedia, anggota Kelompok 26 KKN UNS bersama Karang Taruna Eka Kriya RT 03 RW 05 Desa Kalikajar berhasil membuat sebanyak 50 botol semprot siap pakai. Hand sanitizer yang sudah jadi kemudian dibagikan kepada beberapa warga masyarakat sekitar.

“Saya sangat berterimakasih dengan adanya program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini. Karena sudah memfasilitasi, terutamanya untuk tempat cuci tangan sistem injak. Ini adalah tempat cuci tangan pertama tanpa sentuh di Desa Kalikajar," kata Kepala Desa Kalikajar, Ayatno.

Untuk diketahui, sudah hampir satu tahun semenjak pertengahan Maret 2020 lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus covid - 19 telah menjadi pandemi global. Seluruh sektor yang ada pun ikut terdampak. Mulai dari kesehatan, ekonomi hingga pendidikan.

Berbagai strategi dan perubahan tata kelola manajemen pun dilakukan pihak-pihak terkait untuk menghadapi pandemi ini.

"Saya berjanji akan sangat memanfaatkan alat ini untuk dapat digunakan warga Desa Kalikajar. Khususnya yang sedang mengunjungi Kantor Kepala Desa agar dapat menerapkan protokol kesehatan lebih ketat lagi,” ujar Ayatno.

Pelaksanaan KKN UNS periode kali ini (Januari-Februari 2021) dengan jenis tematik integratif dan menggunakan metode gabungan, yaitu secara daring dan luring. Mahasiswa peserta KKN juga dibagi menjadi beberapa kelompok dan diampu oleh seorang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk kemudian melaksanakan beberapa program kerja individu dan kelompok.

Tujuan KKN itu yaitu menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa pengabdian kampus untuk hadir di tengah-tengah masyarakat. Mereka membantu menyelesaikan berbagai problematika yang ada.

Terdapat banyak kelompok dan terbagi di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya yakni Kelompok 26 dengan lokasi program kerja di daerah Kabupaten Purbalingga.

Kelompok ini terdiri dari 9 mahasiswa berbagai jurusan. Mereka membawa tema “Supporting Pemahaman Covid-19” dalam program kerjanya. Tema ini tentu sangat relevan dengan kondisi saat ini yang sedang dirundung pandemi Covid - 19. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?