Beberapa mahasiswa UNS setelah diwisuda. foto: uns.ac.id

Daerah

Berinovasi dan SDM Berkualitas Kunci Hadapi Revolusi Industri 4.0


SURAKARTA – Teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas atau borderless dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas. Hal ini tidak lain karena dipengaruhi perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.

Hal tersebut ditandaskan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr Ravik Karsidi Ms, pada acara pelantikan wisuda periode III tahun 2018, baru-baru ini.

Pernyataan itu untuk memberikan gambaran tentang era revolusi industri 4.0 yang akan digeluti 999 wisudawan usai menimba ilmu di kampus tersebut.

“Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia. Termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta pendidikan tinggi,” jelasnya sebagaimana ditulis di laman uns.ac.id.

Di era ini, kuantitas bukan lagi menjadi indikator utama bagi perguruan tinggi dalam mencapai kesuksesan, melainkan kualitas para lulusannya. Kesuksesan sebuah negara dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 sangat berkaitan dengan berbagai inovasi yang diciptakan sumber daya berkualitas. Hal ini menjadi tantangan setiap perguruan tinggi di Indonesia untuk dapat menghadapi kemajuan teknologi dan persaingan dunia kerja di era globalisasi.

Menjawab tantangan tersebut, diakuinya, UNS sudah sejak lama melakukan berbagai inovasi. Salah satunya adalah dengan mengadakan blended learning dan mendaringkan pelayanan di UNS baik dari segi administrasi maupun akademik.

Ravik berpesan, walaupun banyak pekerjaan manusia yang terdisrupsi Revolusi Industri 4.0 ini, alumni UNS harus selalu optimis.

“Janganlah lantas kita pesimis menghadapi era Revolusi Industri ke-4 itu. Karena, mendisrupsi banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia secara manual. Indonesia ini punya modal pasar domestik yang besar dan memiliki universitas tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Modal lainnya, Indonesia sampai tahun 2030 masih menikmati bonus demografi, dimana tenaga kerja dengan usia produktif begitu besar,” tambah Ravik.

Pada pelantikan wisuda periode III tahun 2018 ini, Ravik melantik 999 wisudawan dari berbagai fakultas dan jenjang. Jumlah itu terdiri dari lulusan Pascasarjana 152 wisudawan, lulusan program Dokter Spesialis 7 wisudawan, lulusan Program Sarjana sebanyak 658 wisudawan berasal dari 10 fakultas, lulusan Program Diploma IV sebanyak 4 wisudawan dari Fakultas Kedokteran, lulusan Program Diploma III sebanyak 178 wisudawan dari tujuh fakultas.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Sutatno menambahkan diantara para wisudawan tersebut terdapat wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude.

“Diantara para lulusan tersebut terdapat 513 wisudawan yang lulus dengan predikat cumlaude atau dengan pujian,” katanya.

Sejak berdirinya UNS sampai dengan wisuda hari ini, jumlah lulusan Program Doktor, Megister, Dokter Spesialis, Profesi Akuntansi, Sarjana, dan Diploma UNS sebanyak 173.296 alumni.

Apa Tanggapan Anda ?