Tokoh

Keluarga Miliki Peran Penting Atasi Pandemi Covid-19

Siedoo, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Nurul Istiqomah, SE, M.Si. mengatakan, pada dasarnya, tujuan utama yang dilakukan oleh ekonomi inti adalah untuk bertahan hidup dan mencapai kesejahteraan. Rumah tangga sebagai ekonomi inti mempunyai peranan yang penting dalam mengatasi Pandemi Covid-19. Di mana rumah tangga akan bergerak untuk melindungi anggota keluarganya dengan membeli masker dan hand sanitizer pada waktu awal pandemi ini terjadi. Hal ini menyebabkan harga masker dan hand sanitizer tersebut membumbung tinggi.

Dikatakan Nurul, adanya perilaku panic buying dari masyarakat menyebabkan permintaan lebih banyak daripada penawaran sehingga mendorong harga menjadi naik. Kita telah melewati tahap, di mana masker dan hand sanitizer sangat susah dicari dan banyak yang dijual dengan harga yang sangat mahal. Anjuran pemerintah untuk menggunakan masker kain yang bisa dicuci ulang merupakan salah satu jalan keluar.

Di sinilah peran keluarga sebagai ekonomi inti yang berusaha untuk menyediakan layanan kepada anggota keluarganya berjalan. Mereka membuat masker kain dan hand sanitizer sendiri atau membelinya dari UMK yang ada di sekitar mereka.

“Sehingga berguna untuk menjaga kesehatan anggota keluarganya supaya tidak terpapar Covid-19 dan menghidupkan kembali usaha kecil masyarakat yang mengalami kelesuan,” ujar Nurul, di laman uns.ac.id (1/7/2020).

Nurul menambahkan, pada waktu menjelang lebaran kemarin, masyarakat dihimbau untuk patuh terhadap anjuran pemerintah. Untuk tetap bekerja, belajar dan beribadah dari rumah serta tidak mudik pada lebaran tahun ini. Di era New Normal yang sekarang mulai diterapkan oleh pemerintah. Sebagai salah satu jalan keluar supaya perekonomian tidak terpuruk lebih dalam maka peran keluarga sebagai ekonomi inti sangat penting.

Aktivitas masyarakat yang kembali normal dengan mengindahkan protokol kesehatan diyakini tidak bisa dilakukan secara disiplin oleh sebagian besar masyarakat. Hal ini diketahui dengan naiknya angka orang yang terpapar Covid-19 setelah pemerintah mulai melonggarkan peraturan PSBB.

Bahkan pada waktu diberlakukannya PSBB, diyakini kurang efektif untuk melakukan pencegahan Covid-19. Ketika kehidupan baru mulai diberlakukan, bertujuan supaya aktivitas ekonomi kembali bergerak untuk mendorong daya beli masyarakat merangkak naik. Sehingga pengeluaran pemerintah dalam Jaringan Pengaman Sosial tidak akan bertambah lagi dan defisit anggaran bisa dikendalikan.

Menurut Nurul, peran rumah tangga sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kesadaran serta mawas diri bagi keluarga intinya. Karena angka penderita Covid-19 jumlahnya belum mengalami penurunan yang signifikan. Ketika era kehidupan normal baru mulai diberlakukan maka kondisi perekonomian sudah semakin membaik.

“Tetapi dengan angka penderita Covid-19 yang semakin mengalami kenaikan,” ujarnya.

Maka sebagai pelaku ekonomi inti untuk turut serta mengatasi pandemi Covid-19 yang ada di Indonesia, peran rumah tangga adalah menjaga supaya sebaran Covid-19 tidak semakin luas. Dengan masih berada di rumah jika memungkinkan tetapi tetap produktif. Ataupun jika harus keluar rumah untuk bekerja, maka harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah diterapkan.

“Kita mengetahui bahwa ketika tingkat ketakutan tinggi, maka angka sebaran Covid-19 kemarin cenderung lebih rendah dibandingkan pada saat sekarang ini, yaitu pada kondisi banyak orang sudah jenuh di rumah serta tingkat ketakutannya sudah menurun drastis,” pungkas Nurul. (*)

Apa Tanggapan Anda ?