Daerah Inovasi

Sekolah Vokasi UNS Kembangkan Suplemen Penunjang Imun

SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Farmasi Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tengah mengembangkan produk suplemen penunjang imun tubuh dari bahan pangan Spirulina platensis. Tidak sendiri, dalam pengembangannya Prodi Farmasi SV UNS ini berkolaborasi dengan PT Brigit Biofarmaka .

Kepala Program Studi D3 Farmasi SV UNS, Anif Nur Artanti, S.Farm., M.Sc., Apt. menuturkan bahwa Spirulina platensis dipilih karena kandungan fitonutrien atau senyawa alaminya yang lengkap. Di sisi lain, Spirulina platensis juga dapat menaikkan aktivasi sel makrofag dan produksi sitokin serta menstimulasi antibodi yang efektif untuk meningkatkan respons imun.

Dikatakan Anif, hal ini sangat sesuai dengan kondisi dunia yang tengah menghadapi pandemi Covid-19. Di mana tubuh harus mengkonsumsi makanan yang mampu meningkatkan dan menyeimbangkan imunitas, karena penyakit akibat infeksi virus umumnya menyerang tubuh pada kondisi lelah, stres, maupun dengan pola makan kurang teratur.

“Maka Spirulina platensis ini sangat baik bagi tubuh sebagai makanan super. Ia mengandung protein 60-70%, karbohidrat 20-25%, lemak 3-5%, mineral dan vitamin 5-8%, juga air 2-5%. Spirulina platensis berperan untuk menstabilkan jumlah sel-sel darah merah, sel darah putih, dan hemoglobin,” jelas Anif di laman uns.ac.id (11/6/2020).

Dari segi keamanan bahan, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Spirulina platensis merupakan bahan makanan yang aman dan alami. Dengan dukungan nutrisi terkonsentrasi untuk kesehatan dan kesejahteraan yang optimal. Peran multifungsi spesies Spirulina platensis menjadikannya obat alami yang ideal untuk tindakan pencegahan (profilaksis) dan terapi dengan manfaat sangat besar.

“Dilihat dari karakteristiknya, mikroalga Spirulina platensis juga berpotensi sebagai bahan baku sumber senyawa antioksidan. Yang dapat digunakan untuk bahan kosmetik maupun sediaan farmasi yang bermanfaat bagi tubuh,” imbuh Anif.

Tidak hanya Covid-19, beberapa penyakit akibat virus lainnya juga dapat diredakan oleh Spirulina platensis. Kandungan polisakarida dalam spirulina dilaporkan dapat menghambat replikasi beberapa virus seperti herpesvirus simpleks, virus influenza, virus campak, virus gondong, Cytomegalovirus (CMV), dan Human Immunodeficiency Virus (HIV-1).

Bahkan, tutur Anif, ekstrak Spirulina platensis sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu terapi yang dapat membantu pasien Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menjalani hidup normal lebih lama.

Beragam keunggulan tersebut semakin terbukti dengan fakta bahwa Spirulina platensis telah dimanfaatkan sebagai bahan pangan sejak 400 tahun lalu dan telah dikembangkan di berbagai negara. Terlebih Spirulina platensis mudah dibudidayakan dan dipanen serta mudah dicerna oleh manusia.

Meskipun demikian, Anif mengatakan, untuk pengembangan yang dilakukan oleh D3 Farmasi SV UNS masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

“Tujuannya untuk menggali lebih dalam potensi imunostimulator maupun imunomodulator yang dimiliki oleh masing-masing komponen kimia dalam Spirulina platensis,” tutup Anif. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?