Inovasi

Mahasiswa Untidar Ciptakan Mesin Produksi Roti Kering Pakan Ternak

MAGELANG – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKM-T) Universitas Tidar (Untidar) Magelang menciptakan Mesin Produksi Roti Kering Pakan Ternak (SIROKER). Karya ini bertujuan mestabilkan produktivitas susu sapi perah. Ide pembuatan mesin ini digagas oleh Sri Widiastuti, mahasiswi Peternakan sekaligus sebagai Ketua Tim.

Di bawah bimbingan Xander Salahudin, S.T., M.Eng, Sri Widaistuti berkolaborasi dengan mahasiswa lain dari berbagai program studi. Yaitu Siti Rohanah (Mahasiswi PBSI), Adi Riski Setiawan (Mahasiswa Teknik Mesin), Alvian Dwi Erlansyah (Mahasiswa Teknik mesin). Serta Rizkian Mubarok (Mahaiswa Teknik Mesin), dan Rahmat Hidayat (Mahasiwa Teknik Elektro).

SIROKER hadir untuk membantu para peternak sapi perah di Desa Pandean, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang khususnya dan peternak sapi di Indonesia umumnya. Dengan harapan agar produksi susu sapi tetap stabil meski pada musim kemarau.

Gambar Mesin Produksi Roti Kering Pakan Ternak (SIROKER). (foto: Humas Untidar)

Menurut Ketua Kelompok Ternak Ngudi Luhur Desa Pandean, Tugiyono, peternak sangat sulit mencari pakan hijauan saat musim kemarau, sehingga berdampak pada menurunnya hasil susu. Mereka harus mencari pakan hijauan untuk sapi-sapi mereka hingga ke luar kota seperti Semarang dan Salatiga yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka.

“Sehingga kami memerlukan waktu dan biaya lebih agar kebutuhan pakan sapi dapat terpenuhi,” katanya, Senin (14/12/2020).

Untuk itu, lanjut Tugiyono, perlu adanya pakan yang dapat bertahan lama dan dapat digunakan sebagai pakan di musim kemarau, yakni roti kering pakan ternak.

“Untuk menyediakan pakan tersebut dibutuhkan mesin produksi roti kering sebagai pakan saat musim kemarau tiba,” lanjutnya.

Sementara perancang mesin Adi Riski, kepada Reviewer saat Monev mengatakan Mesin Produksi Roti Kering Pakan Ternak yang diciptakan, memiliki beberapa keunggulan. Yaitu terjangkau, mudah dioperasikan dan sederhana. Adi menjelaskan, mesin ini dapat dengan mudah dan cepat dalam mencetak roti kering.

Baca Juga :  Tax Center Untidar Dampingi Pelaporan e-Filling SPT Tahunan

“Sehingga hasil yang didapat jumlahnya lebih banyak tanpa memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Untuk satu kali produksi hanya membutuhkan waku 10 menit saja,” jelas Riski. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?