ZAVA. Tim ZAVA Untidar dengan dosen pembimbing. (foto: ist)
Inovasi Nasional

Tim ZAVA Lolos Perhelatan Akbar KBMI, Berikan Lapangan Pekerjaan Masyarakat

MAGELANG - Hampir setiap hari kebutuhan akan pakaian terus meningkat dengan berbagai macam mode dan kualitas. Banyak sekali jenis pakaian yang dibutuhkan masyarakat, terutama wanita. Baik dari ujung kepala hingga kaki.

Hal ini dijadikan sebagai peluang usaha oleh salah satu tim kewirausahaan Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah yakni ZAVA Casual Fashion. ZAVA yang memiliki jargon "I am Indonesian" ini lolos pendanaan pada ajang Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi.

"Target market kami ialah perempuan usia tujuh belas tahun hingga tiga puluh tahun pada kalangan masyarakat menengah bawah di kabupaten Temanggung. Selain itu, kami mengedepankan produk yang berkualitas meski dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Keunikan produk kami ialah gaya casual yang kekinian. ZAVA juga bisa custom model," kata Ketua Tim ZAVA, Amrina.

Terdapat berbagai model fashion yang diproduksi, diantaranya Gamis, Hijab, Celana, Rok, Blouse, Outer, dan juga masker. Amrina mengatakan pemasaran ZAVA dilaksanakan secara online melalui reseller dan Instagram, sedangkan  offline store ZAVA berada di Desa Kacepit, Selopampang, Temanggung.

Seiring dengan kebutuhan pasar, ZAVA juga memiliki tujuan mulia yakni memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung angka pengangguran mencapai 13.000 orang per tahun 2019.

"Kami berharap, dengan 98 reseller ZAVA dapat membantu masyarakat untuk bebas dari pengangguran. Reseller kami tersebar di seluruh kecamatan di Temanggung, juga mulai merambah ke beberapa kota seperti Magelang, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen," tambah Amrina.

Pada Jumat -Sabtu, 3- 4 Desember 2020 ZAVA juga mengikuti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) 2020 di Universitas Agung Podomoro Jakarta melalui platform hopin. Kompetisi ajang kewirausahaan antar mahasiswa dari ratusan perguruan di Indonesia itu diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Diharapkan dapat memaksimalkan dan memunculkan potensi yang dimiliki mahasiswa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

Baca Juga :  Rauuf, Mahasiswa Berkualitas Internasional dari Untidar

Tim wirausaha dari Universitas Tidar menyelenggarakan KMI Expo di ruang multimedia dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan tersebut berjalan dengan lancer baik tim ZAVA maupun ketiga tim lainnya.

“Jargon I am Indonesian yang menjadi andalan ZAVA sebagai promosi agar masyarakat lebih mencintai produk lokal. Berdasarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan survei terkait perdagangan daring (e-commerce) di Indonesia yang dibanjiri 90% produk asing. Implikasinya daya saing produk dalam negeri melemah. Harapannya, ZAVA mampu meraih tujuan serta visi misi untuk menjadi market leader 2023,” tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?