Inovasi

Mahasiswa Untidar Dampingi Karang Taruna Budidaya Tanaman Herbal

Siedoo, Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah (Untidar) mendampingi warga Dusun Prangkoan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang membudidayakan tanaman herbal. Potensi tanaman herbal seperti jahe, serai, jeruk, kemangi banyak dibudidayakan di Dusun Prangkoan. Tanaman herbal yang melimpah ini sehari-harinya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur masyarakat sekitar.

"Tanaman herbal sebenarnya bisa diolah menjadi lilin beraroma herbal. Sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai manfaat bagi kesehatan," tutur Ketua Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) Damayanti.

Damayanti bersama tiga rekannya; Hernanda Rifqi Alfanisa, Tri Wahyuni, dan Retno Asih tergabung dalam tim Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) Membangun Entrepreneur Muda Dusun Prangkoan, Kabupaten Magelang Melalui Pembuatan Lilin Beraroma Herbal.

"Banyak kaum muda yang masih menganggur. Maka itu, kami ingin menumbuhkan jiwa wirausaha mereka dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dusunnya sendiri dengan membuat lilin aroma herbal ini," tambahnya.

Awalnya Pemuda di Dusun Prangkoan kurang tertarik mengolah tanaman herbal, sehingga banyak kebun tanaman herbal yang terbengkalai. Kini setelah menemukan cara mengolah tanaman herbal mereka mulai merawat tanaman dan mengolahnya dengan serius.

Aroma herbal membantu meringankan stress, antidepresan, insomnia, sakit kepala, dan lainnya.

Karya mahasiswa Untidar dan Karang Taruna. foto : Siedoo

"Harga terjangkau hanya Rp 3.000  Rp 5.000. Pemasaran produk menggunakan media sosial Instagram @lilinherbal dan WhatsApp. Lilin aroma herbal banyak manfaat dengan harga terjangkau," jelas Damayanti.

Sementara itu, Adi Kuswanto, Ketua Karang Taruna Dusun Prangkoan menuturkan program pelatihan wirausaha ini mampu menambah pengetahuan dan pengalaman para pemuda di wilayahnya. Program ini mendapat respon postif bagi para pemuda, karena menambah pengetahuan dan pengalaman.

"Program ini juga bisa dijadikan kegiatan tetap karang taruna khususnya untuk pengembangan kewirausahaan," jelasnya.

Pelatihan wirausaha berlangsung selama 4 bulan mulai dari April-Juli 2019 meliputi perijinan, sosialisasi, pengumpulan bahan herbal, pembuatan lilin hingga pemasaran. Peserta pelatihan merupakan 10 orang anggota Karang Taruna Dusun Prankoan.

“Seketika mulai dinyalakan dengan api, lilin mengeluarkan aroma herbal berfungsi sebagai aromaterapi. Aromaterapi mengatasi berbagai masalah kesehatan tanpa obat serta mempengaruhi suasana hati bagi yang menghirup aromanya," jelas Damayanti. (*)

Apa Tanggapan Anda ?