WISUDA. Prosesi Wisuda 247 Sarjana dan 54 Diploma Untidar. (foto: ist)
Daerah

Wisuda 247 Sarjana dan 54 Diploma Untidar Terapkan Prokes Ketat

MAGELANG - Universitas Tidar (Untidar) Magelang kembali menggelar wisuda offline program sarjana dan ahli madya di Gedung Tri Bhakti, Magelang, Jawa Tengah belakangan ini. Kali ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang dikawal langsung Satgas Covid-19 Kota Magelang.

Seperti wisuda sebelumnya, acara pada prosesi wisuda juga disederhanakan untuk mengefisiensikan waktu. Wisudawan pun hanya datang sendiri tanpa didampingi orang tua atau kerabat lainnya. Kesempatan ini diterapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Sebelum memasuki gedung, setiap wajib memakai masker serta faceshield, mencuci tangan degan sabun dengan air mengalir, mengenakan sarung tangan latex, dan selalu menjaga jarak satu sama lain.

Jumlah wisudawan lebih sedikit dari sebelumnya, hanya berjumlah 301 mahasiswa yang terdiri atas 247 sarjana dan 54 diploma. Sedangkan jumlah total wisudawan dengan predikat pujian sebanyak 53 mahasiswa dengan rincian 27 mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan.

Lalu 6 mahasiswa prodi Ilmu Administrasi Negara, 8 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 3 mahasiswa prodi Teknik Elektro, satu mahasiswa prodi Teknik Sipil, dan satu mahasiswa prodi D3 Akuntansi.

Predikat wisudawan terbaik disandang Farmila Sari, mahasiswa program studi (prodi) S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi. Wisudawan kelahiran Magelang 16 Mei 1997 ini meraih IPK nyaris sempurna yaitu 3,96. Ia berasal dari Junjungan RT 03/RW 06, Giriwarno, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Rektot Untidar Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M. Sc menyampaikan beberapa pesan kepada para wisudawan. Wisudawan diharapkan fokus pada tujuan setelah lulus. Tidak menyerah sampai meencapai tujuan yang diharapkan.

“Saudara lulus tepat pada saat keadaan anomali di semua aspek kehidupan, karena ancaman pandemi covid-19 dan gelombang revolusi 4.0 yang merambat ke semua sendiri kehidupan masyarakat,” kata Rektor.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para wisudawan diharapkan dapat melihat dan berpikir tentang bagaimana saudara dapat berkontribusi pada masyarakat.

“Lulus mendapatkan ijazah bukan jaminan kesuksesan, tapi tergantung pada keberhakan ilmu pengetahuan dan keterampilan saudara,” tambahnya.

Ia juga menekankan agar para alumni kembali ke almamaternya melalui ikatan alumni Untidar (Ganidar).

Farmila Sari merupakan salah satu mahasiswa peraih beasiswa Bidikmisi yang sering menjuarai lomba dan berbagai kompetisi di berbagai bidang.

“Jadi karena emang udah jalannya ya harus disyukuri,” akunya.

Menurutnya, tidak ada yang istimewa darinya. Seperti halnya mahasiswa lain yang kuliah dengan semestinya. “Bisa menjadi lulusan terbaik, ya, seperti mahasiswa biasa. Kuliah ya kuliah,” paparnya.

Ia mengaku dari semester satu sudah mulai aktif berorganisasi, mengikuti ajang perlombaan, baik tingkat fakultas, universitas, maupun nasional.

Ia tidak menargetkan dari semester awal untuk menjadi lulusan terbaik bahkan mendapat IP beberapa kali cumlaude, persemester ada yang beberapa 3 atau 4 kali IP 4. Ia juga beberapa kali izin tidak mengikuti perkuliahan karena sering mengikuti lomba.

“Tapi kalau kuncinya itu kuliah kita memahami dulu konsep atau materi perkuliahan sehingga yang dirasa disukai dosen adalah keaktifan,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya IP itu hanya angka, yang penting itu seberapa besar kita mendapatkan ilmu dari yang kita perlajari dan bisa memanfaatkannya dengan baik.

“Sebenarnya kuliah itu nggak hanya kuliah saja gitu, bisa kayak memanfaatkan ikut organisasi, ikut lomba ke sana kemari. Soalnya yang benar-benar dibutuhkan kita tuh nanti di CV kita bagaimana, kita tuh jangan fokus atau jangan terlalu pintar dalam suatu bidang,” jelasnya. (Siedoo)

 

Apa Tanggapan Anda ?