Daerah Kegiatan

Di Bali, Mahasiswa PMM UMM Lakukan Kegiatan Posyandu di Desa Cupel

JEMBRANA – Kesehatan merupakan salah satu anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang pantas disyukuri. Karena kesehatan merupakan salah satu hal utama untuk menjalani suatu kehidupan. Mengingat kesehatan itu penting, Pemerintah Desa Cupel Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Provinsi Bali memberikan layanan Posyandu balita bagi warganya yang memiliki balita.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Kelompok 58 dari gelombang 6, saat ini sedang melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat (PMM) di Desa Cupel. Mereka bergabung bersama anggota Posyandu dalam melakukan kegiatan Posyandu balita “Era New Normal” di Desa Cupel.

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 58 terdiri atas Ghita Vellia Sautri, Ellena Zahra Lembayung, Tamara Aurel Aldama, dan Muhammad Nur Eko Prastyo. Sebagai Koordinator kelompok yaitu Ongko Fatahilah Pasha, dan mereka dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn.

Menurut Ongko Fatahilah, pelaksanaan Posyandu balita dilakukan di dua balai banjar. Yaitu Balai Banjar Munduk Asem dan Balai Banjar Rening.

“Program yang dilakukan yaitu pemberian makanan tambahan, pemberian vaksin rutin balita, pemberian vitamin A kepada balita. Serta pengukuran berat dan tinggi badan balita,” ujarnya, Jumat (21/8/2020).

Program Posyandu di Desa Cupel ini biasa dilakukan 1 bulan sekali. Tetapi, berhubungan pandemi ini belum usai, bulan-bulan sebelumnya tidak diselenggarakan kagiatan tersebut. Bulan Agustus inilah bulan pertama diadakannya kembali kegiatan Posyandu balita.

“Mengingat bahwa sekarang adalah Era New Normal, maka oleh Pemerintah Desa Cupel bulan Agustus ini dimulai kembali kegiatan Posyandu,” lanjut Ongko.

Kegiatan Posyandu balita ini dilakukan dengan tujuan mengontrol kesehatan anak-anak balita di Desa Cupel. Selain itu para orang tua balita pun diberikan berbagai penyuluhan terkait kesehatan agar pengetahuan orang tua bertambah tentang kesehatan gizi bagi anak. Dengan adanya penyuluhan tersebut diharapkan tingkat kesehatan dan asupan gizi anak di Desa Cupel meningkat dan terhindar dari gizi buruk.

Sebenarnya selain Posyandu balita, kegiatan Posyandu untuk lansia pun diadakan di Desa Cupel ini tetapi untuk Posyandu lansia.

“Namun hingga berita ini diturunkan, kegiatan Posyandu lansia belum dimulai,” pungkas Ongko Fatahilah Pasha. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?