Daerah Kegiatan

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 71 Pamekasan Edukasikan Apotek Hidup Kepada Masyarakat

PAMEKASAN - Hidup sehat merupakan sesuatu yang diimpikan oleh banyak orang. Guna mewujudkannya bisa dilakukan mulai dari hal-hal kecil seperti melakukan penanaman apotek hidup di pekarangan rumah. Apotek hidup adalah sekumpulan tanaman yang berkhasiat untuk obat-obatan seperti menyembuhkan dan menangkal penyakit.

Para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri Kelompok 71 Pamekasan, melakukan praktik pembuatan apotek hidup, Sabtu (15/8/2020). Kegiatan PMM ini dinaungi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMM. Adapun sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) adalah Septi Nur Wulan Mulatmi.

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 71 Pamekasan terdiri dari Emilda Nur Agustin (FIKES/Farmasi), Isfak Laila Ayu Balqis (FIKES/Farmasi), Rofiyatul Laili Wardani (FKIP/Pendidikan Matematika). Kemudian Nabilla Putri Febriyani (Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Akuntansi), dan Zain Almadani Nuril Putra (Fakultas Teknik/Informatika).

Pencetus program sekaligus Koordinator Kelompok 71, Emilda mengatakan kegiatan penanaman tanaman apotek hidup menggunakan pot dan polybag. Di mana selanjutnya tanaman tersebut ditempatkan di Balai Desa Bunder, Pademawu, Pamekasan, Jawa Timur.

“Adapaun jenis tanaman yang dibudidayakan antara lain jahe, sirih, kencur, lengkuas, temulawak, temu kunci, dan tanaman herbal lainnya,” katanya.

Emilda dan kelompoknya berharap, adanya program ini masyarakat dapat memanfaatkan apotek hidup sebagai ramuan untuk meningkatkan imunitas tubuh di era new normal melalui obat tradisional. Di samping itu, juga untuk menghemat pengeluaran dalam penyediaan bumbu dapur.

“Kami juga berharap, melalui apotek hidup masyarakat sadar untuk melestarikan berbagai tanaman obat di pekarangan rumah masing-masing. Karena tanaman obat tersebut sangat berguna untuk ramuan tradisional, sebagai pertolongan pertama di saat ada anggota keluarga yang sakit,” pungkas Emilda. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?