Inovasi Kegiatan

Mahasiswa UNAIR Buat Panduan Cegah Covid-19 Berbahasa Madura

BANGKALAN –Dusun Morkonah, Desa Banangkah, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan (Madura), Jawa Timur pantas diberdayakan untuk lebih maju. Masyarakat di dusun tersebut masih tertinggal dibanding daerah lainnya. Guna turut mengatasi hal tersebut, satu kelompok Kuliah Kerja Nyata-Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya melangsungkan program pengabdian di sana.

Kelompok yang terdiri atas delapan mahasiswa tersebut membawa beberapa proker (program kerja) unggulan. Program tersebut berlangsung dari 11 Juli 2020 hingga 24 Juli 2020. (unair.ac.id, 27/7/2020)

Salah seorang anggota KKN Desa Banangkah Inas Hanifah menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat berkerja sebagai petani. Selain itu, letak daerah tersebut sangat terpencil yang mengakibatkan sulitnya akses.

“Edukasi dan informasi perihal Covid-19 di sini masih sangat kurang, maka dari itu kami membangun sebuah media informasi tentang Covid-19,” terangnya, Ahad (26/7/2020).

Media informasi tersebut dipilih menjadi program unggulan karena juga berguna untuk memberantas hoax dan menekan penyebaran hoax selama pandemi. Hal tersebut karena masyarakat awam yang sangat rentan dengan informasi palsu, mengingat saat ini penyebaran infomasi begitu cepat.

Selain itu, dengan adanya media informasi Covid-19 yang ramah dan akurat itu diharapkan masyarakat akan lebih terbantu jika hendak mencari informasi Covid-19. Terlebih, dalam kontennya, Inas dan teman-temannya menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

“Media informasi yang kami ciptakan berbahasa Madura, jadi akan lebih mudah dipahami masyarakat. Kami membuat poster berbahasa Madura, video berbahasa Madura, dan sosialisasi secara langsung,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Inas, media informasi nasional menggunakan bahasa Indonesia dan ditakutkan ada yang kurang memahami. Maka, kelompok KKN di desa Banangkah hadir dengan memberikan solusi media informasi digital berbahasa Madura tersebut.

Saat program KKN berlangsung, diketahui Inas dan kelompoknya telah bekerja sama dengan perangkat desa serta polindes setempat. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pendekatan persuasif terkait hidup sehat dan mengedukasi masyarakat lebih dalam.

Selain membawa program edukasi untuk masyarakat, kelompok KKN Desa Banangkah mengadakan lomba mewarnai virtual untuk anak-anak serta memberikan video tutorial pembuatan wedang kuserhe.

“Ketika menyusun program, kami mengintervensi penyebab masalah yang ada, dan tidak sekedar melihat permasalahannya saja. Dengan begitu, program akan tepat sasaran dan efisien,” ujarnya.

Kelompok KKN sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung programnya.

“Semoga ke depannya jika ada kesempatan dapat kembali dan memberdayakan desa Banangkah menuju lebih baik lagi,” pungkasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?