Advertorial Kegiatan

SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Dukung Gerakan Satu Juta Masker untuk Indonesia

MAGELANG - Gerakan Satu Juta Masker dari Vokasi untuk Indonesia Kuat dan Indonesia Maju, merupakan sebuah gerakan nyata dari dunia pendidikan. Yaitu dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat, sekaligus implementasi positif dalam rangka HUT RI ke -75.

Penggunaan masker adalah salah satu protokol kesehatan yang tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Gerakan ini melibatkan seluruh elemen di bawah Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan yaitu lingkup Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Di mana setiap sekolah yang mengambil peran akan membuat masing-masing minimal 5.000 masker yang akan langsung dibagikan kepada warga sekolah dan SMK-SMK swasta di sekitarnya.

Dalam turut ambil peran mendukung gerakan nasional tersebut, SMK Muhammadiyah 1 Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah membagikan kepada beberapa SMK di Kabupaten Magelang. Kegiatan dilaksanakan di Teaching Factory M-ONE Dress Printing (TeFa SMK Muhammadiyah 1 Borobudur), Senin-Jumat (11-14/8/2020).

Lebih membanggakan lagi karena masker yang dibagikan merupakan hasil produksi dari SMK Muhammadiyah 1 Borobudur sendiri. Koordinator kegiatan sekaligus Ketua TeFa, Sapariyanto Widodo, S.Pd mengatakan SMK Muhammadiyah 1 Borobudur dengan Teaching Factory M-ONE Dress Printing, ikut ambil bagian mendukung program Gerakan Satu Juta Masker dari Vokasi untuk Indonesia.

Dijelaskan Sapariyanto, TeFa merupakan unit produksi mandiri di SMK Muhammadiyah 1 Borobudur dengan karyawan jahit sejumlah 3 orang yang semuanya alumni jurusan Tata Busana tahun 2018. Proses produksi meliputi Desain, Printing, Pemotongan Kain, Cetak Press, dan Jahit Masker. Proses dilakukan oleh Tim TeFa M-ONE, mulai dari awal sampai akhir.

Proses pembuatan masker di Teaching Factory (Tefa) M-ONE Dress Printing SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. (foto: dok. Tefa SMK Muhi Borobudur)

“Proses Penjahitan melibatkan siswa Tata Busana dan alumni Tata Busana yang bekerja di TeFa, sebanyak 10 orang. Proses dilaksanakan dalam 5 hari, dengan setiap hari menghasilkan 1000 masker lebih,” jelasnya.

Dibeberkan Sapariyanto, setelah proses pengepakan masker dibagikan kepada 5.000 siswa yang meliputi 11 sekolah. Yakni SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, SMK Ma’arif Borobudur, SMK Muhammadiyah Salaman, SMK Satya Pratama Salaman, SMK Putra Bangsa Salaman, SMK Al Huda Salaman.

“Juga untuk SMK Purnama Tempuran, SMK Ma’arif Wali Songo Kajoran, SMK Widya Teknik Kaliangkrik, SMK Islam Sudirman Grabag, dan SMK Darul Muhtadin Windusari,” beber Sapariyanto.

Disampaikan pula, pembagian masker dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2020. Sehingga dapat dipakai pada Upacara Peringatan Detik-Detik Prokalamasi di HUT RI ke-75 di sekolah masing-masing.

Sapariyanto Widodo mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi TeFa M-ONE. Memang M-ONE sudah cukup dikenal di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang dan sekitarnya, hal itu terbukti dengan banyaknya order jersey.

“Mamun mendapat order pembuatan produk yang mencapai 5000 produk dalam waktu 5 hari adalah suatu hal yang baru. Semoga ke depan Tefa M-ONE semakin maju dan mandiri,” harapnya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, Munif Hanafi, S.S. mengatakan kegiatan di SMK-nya sebgai wujud ikut menyukseksan program Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Yaitu “Gerakan 1 Juta Masker dari Vokasi untuk Indonesia”.

Serta merupakan salah satu cara SMK Muhammadiyah 1 Borobudur berperan aktif dalam penanggulangan Covid-19 di masyarakat.

“Selain itu, menunjukkan kepada masyarakat hasil produksi Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Borobudur. Benar-benar merupakan produk hasil karya sekolah,” kata Munif Hanafi, S.S. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?