Daerah Kegiatan

Ojol Shield, Inovasi Mahasiswa UMM Cegah Penyebaran Covid-19

SAMPANG – Kabupaten Sampang (Madura) adalah salah satu dari empat kabupaten yang ada dipulau Madura (Jawa Timur). Awalnya Kabupaten Sampang merupakan satu-satunya daerah zona hijau di Jawa Timur, akhirnya juga termasuk daerah zona merah. Tanggal 26 Mei 2020, Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang mengatakan bahwa jumlah ODP sebanyak 468, PDP sebanyak 17 dan Positif sebanyak 16.

Dari pasien yang terkonfirmasi tersebut ada 4 orang yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil negatif pada SWAB test yang diambil sebanyak dua kali. Angka ini akan terus bertambah, terbukti dengan tercatatnya pasien yang terkonfirmasi Covid-19 sejumlah 198 orang pada 28 Juli 2020. Jumlah angka tersebut didapat dari update situasi peta sebaran Covid-19 di Jawa Timur yang dirilis oleh Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur.

Dari hari ke hari jumlah pasien Covid-19 terus bertambah. Tim medik dan tim pendukung penanganan virus corona di Kabupaten Sampang tidak berimbang dengan jumlah peningkatan pasien. Untuk itu, Tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Kabupaten Sampang (Madura), Jawa Timur tergerak berinovasi dan berkontribusi. Melalui program PMM Bhaktimu Negeri, tergerak menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk membantu mencegah persebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Tim PMM UMM Sampang menyalurkan bantuan beberapa alat pelindung diri yaitu “Ojol Shield” kepada pengemudi ojek online, Rabu (29/7/2020). Pangkalan ojek online berada dalam wilayah kerja Kabupaten Sampang. Kegiatan para mahasiswa ini diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Setyo Wahyu S, S.E., M.E. Pada kesempatan itu Setyo berpesan kepada seluruh tim relawan yang daerahnya masuk ke zona merah untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

“Serta gunakan alat pelindung diri yang lengkap agar terhindar dari resiko penularan Covid-19 saat menjalankan tugas,” pesannya.

Penggunaan sekat berupa material mika cukup efektif. Terlebih sekat yang membatasi antara pengemudi dengan penumpang berukuran sesuai dengan lebar tubuh orang dewasa. Material mika dipilih karena bahannya cukup tebal dan bobotnya ringan. Sekat ini didesain agar tidak mengganggu kerja pengemudinya.

Tim menggunakan tali penyangga dengan kualitas yang baik dan dijahit oleh penjahit yang profesional, sehingga dapat memperkecil kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan. Tali tersebut dipilih agar dapat menyangga mika dan tidak memberatkan bahu pengemudi saat berkendara.

Koordinator kelompok 11 PMM UMM Sampang, Maghfiroh berharap semua unit dalam lingkup UMM dapat bersinergi dan berperan aktif dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Khususnya di daerah terpencil dan masih membutuhkan berbgai perhatian dari berbagai pihak.

“Penanganan Covid-19 tidak bisa bergerak secara maksimal tanpa dukungan dari semua lapisan masyarakat. Bergerak untuk terus berkolaborasi menangani dampak dari wabah ini baik di sektor kesehatan maupun ekonomi,” ucapnya.

Selain membagikan “ojol shield”, tim juga memberikan “Paket Cegah Covid-19” pada tiap pengemudi ojek online, hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya perlindungan ganda. Paket tersebut berisi 5 masker, 1 hand sanitizer, 2 tablet vitamin C serta 1 brosur berkaitan dengan Covid-19.

“Semoga yang dilakukan oleh tim PMM UMM Sampang dalam melawan Covid-19 ini bisa menjadi inspirasi untuk senantiasa berbagi dengan apa yang kita bisa,” ucap Maghfiroh.

Selain itu, tim juga membantu pemerintah dengan menerapkan pola hidup sehat pada diri sendiri serta menginformasikannya pada pengemudi ojek online. Salah satunya adalah dengan sebisa mungkin menghindari menyentuh wajah dengan tangan. Karena mata, hidung dan mulut merupakan akses termudah masuknya virus.

Hal ini berkaitan dengan lamanya waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojol di luar rumah. Kemungkinan besar bersinggungan langsung dengan konsumen, yang membuat tingginya risiko pengemudi ojol terpapar virus Corona. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?