Kegiatan Seni

Belajar di Rumah, Murid Sekolah Cikal Bedah Trik Pembuatan Film Dokumenter

JAKARTA - Lebih dari dua bulan melaksanakan proses belajar mengajar dari rumah tidak serta merta menurunkan tingkat kreativitas guru dan murid dari Sekolah Cikal mengembangkan konten belajar yang menyenangkan dan informatif.

Bekerjasama dengan Narasi TV, Sekolah Cikal mengadakan kelas daring bersama Amanda Valani (Head of Content Manager Narasi TV) bertajuk “Career in Media Industry, and How to Produce a Documentary as Digital Content”.

Berkenalan dengan dunia jurnalistik

Guru IB Year 10 Sekolah Cikal Setu Atika Syahirna, mengatakan pembuatan konten belajar ini dilatarbelakangi oleh pengembangan proyek pembuatan film dokumenter yang dijalankan oleh kelas 10 di kelas Arts-Media. Dijelaskan, ide awal mengundang Amanda Valani sebagai praktisi ini ditujukan untuk memberikan masukan, dan gambaran kepada murid tentang karir di industri media. Mereka dalam hal ini bisa juga menghubungkannya dengan kelas Arts-Media di dunia industri (film dan jurnalistik).

“Selain untuk berkenalan, murid diharapkan dapat belajar dari kemampuan dan kompetensi yang dimiliki oleh praktisi,” jelasnya.

Praktisi yang diundang ini merupakan pembuat film dokumenter independen yang berpengalaman, selain itu ia juga berkarir di industri jurnalistik dan film. Sehingga diharapkan murid-murid nantinya bisa belajar dan memperoleh inspirasi menjadi seorang independent filmmaker di media industri.

“Juga dalam mengerjakan proyek film dokumenter mereka di Sekolah Cikal,” tambah Atika.

Dokumenter informatif dan reflektif

Mengundang praktisi sebagai pembicara dalam proses belajar dari rumah membuat murid-murid kelas 10 Sekolah Cikal Setu antusias memahami trik-trik pembuatan dokumenter. Utamanya film dokumenter yang kreatif dan informatif berdasarkan realitas kehidupan.

Amanda Valani menyebutkan pentingnya memiliki karakter bertanggung jawab sebagai filmmaker dengan menggunakan premis dan tema yang kuat. Yaitu untuk membuat subyek dokumenter percaya dan jujur mengungkapkan ceritanya.

“Ketika kita melibatkan orang lain dalam cerita dalam dokumenter apalagi disiarkan di televisi itu adalah tanggung jawab seorang pembuat filmnya. Karena ceritanya akan kita gunakan sebagai produk dokumenter kita.” ujar Amanda.

Salah satu murid kelas 10 Sekolah Cikal Setu, Emily Naima Sukawati, memperoleh masukan dan pujian langsung dari Amanda Valani terkait proyek film dokumenter yang telah ia buat. Bertemakan Kondisi ketidakpastian masyarakat saat Covid-19 ini”, Naima berhasil membuat karyanya sebagai upaya mengajak masyarakat untuk melakukan refleksi di atas ketidakpastian ini. Naima mengatakan, banyak orang tidak menggunakan hal ini (topik film dokumenter) untuk mencerminkan, dia yakin semua orang cemas.

Tapi buatku, kita bisa mengangkat topik ini sebagai bentuk refleksi bagi setiap orang,” ujar Naima.

Penilaian Amanda Valani, kemampuan murid Cikal menarasikan cerita dengan footage yang sesuai. Hal itu membuat cerita menjadi kuat dan mampu menggiring audiens memahami tujuan dan maksud dari dokumenter yang dibuat.

Kunci dari belajar dokumenter

Menurut Amanda Valani, salah satu kunci utama dari pembuatan film dokumenter adalah key point. Dalam membuat dokumenter harus menggunakan audio dan visual. Karena kedua komponen ini menguatkan cerita dari awal sampe akhir.

Ia juga memaparkan kepada murid-murid Cikal mengenai cara membangun sebuah cerita dalam documenter. Yakni melibatkan sudut pandang orang lain, cerita orang lain untuk menyampaikan pesan utama yang ditujukan oleh diri sendiri.

“Salah satu cara untuk mengkonstruksikan cerita supaya tidak monoton, kamu dapat melibatkan cerita orang lain atau dengan point of view orang lain untuk menguatkan prinsipmu, your key message, your personal opinion,” tandasnya.

Di akhir sesi, Amanda Valani mengungkapkan rasa bangganya bisa berbagi dan mengisi sesi belajar bersama murid-murid Cikal. Dia berharap oara murid mampu mengasah kepekaan terhadap sekitar untuk melihat tema yang sangat menarik. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?