EMOSIONAL. Pengembangan kecerdasan emosional anak dapat dilakukan sejak anak di jenjang prasekolah. (foto: sekolahcikal)
Siedoo.com - EMOSIONAL. Pengembangan kecerdasan emosional anak dapat dilakukan sejak anak di jenjang prasekolah. (foto: sekolahcikal)
Opini

Pahami Kecerdasan Emosional Anak dan Bentuk-Bentuknya dalam Praktik Keseharian!

Siedoo, Setiap orang tua ingin melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan emosional yang baik. Hal ini agar dapat membangun interaksi, mengindentifikasi, dan memaknai kehadiran emosi-emosi yang ada dalam dirinya menjadi kebermanfatan bagi sesama manusia.

Winny Suryania, M.Psi, Psikolog yang merupakan psikolog klinis anak dan juga konselor Sekolah Cikal Amri Setu menjelaskan mengenai pemahaman mengenai kecerdasan emosi anak dan faktor yang memengaruhinya, sebagai berikut.

Pengertian Kecerdasan Emosional Anak

Winny menjelaskan kecerdasan emosional anak merupakan kemampuan dari seorang individu untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi dirinya sendiri, serta emosi orang lain. Namun, secara lebih khusus dalam praktiknya kecerdasan emosional anak akan mencakup beberapa keterampilan.

Kecerdasan emosional secara general mengacu pada kemampuan individu untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi diri sendiri, serta emosi orang lain. Kecerdasan emosional ini juga mencakup beberapa keterampilan, yaitu memanfaatkan emosi itu dan menerapkannya dalam memecahkan masalah, mengelola emosi, yang mencakup mengatur emosi sendiri dan membantu orang lain melakukan hal yang sama.

Bentuk-Bentuk Kecerdasan Emosional Anak

Winny juga menambahkan dalam praktik keseharian terdapat 6 bentuk kecerdasan emosional anak yang dapat diamati oleh orang tua. Namun, tentu seiring waktu keterampilan ini akan berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya.

6 Bentuk Kecerdasan Emosional anak

Keenam bentuk kecerdasan emosional anak tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Mengembangkan kesadaran emosi mereka: sadar bahwa mereka dapat merasakan dan memiliki

2. Mengenali emosi dasar dengan menggambarkan perasaan serta menamai emosi, mereka akan belajar bagaimana menggunakan kosa kata emosional untuk menyampaikan perasaan mereka: marah, sedih, bahagia, jijik, takut, kaget.

3. Berempati dengan perasaan orang lain: memahami bahwa orang lain juga memiliki rasa dan emosi yang sama. Untuk anak lebih kecil bisa diajarkan melalui buku

Baca Juga :  Esensi Layanan Bimbingan Karir Sebagai Sentra Karir

4. Mengontrol dan mengelola emosi mereka, anak belajar (dan menerapkan pengetahuan) tentang kapan tepat untuk bertindak atau bereaksi ketika mereka merasak

5. Memahami apa yang menumbukan perasaan, baik dalam diri mereka sendiri maupun orang

6. Memahami hubungan emosi-perilaku, contoh kakak  menangis  karena  ia sedih.

Selain bentuk-bentuk yang dideskripsikan di atas, orang tua juga dapat melihat kecerdasan emosional anak dari momen ketika ia mengekspresikan dirinya.

Kita juga bisa melihat bahwa kecerdasan emosi pada anak mulai tumbuh ketika anak mengekpresikan dirinya melalui kata-kata atau perilaku, mau mendengarkan orang lain, dan mulai melakukan regulasi diri seperti ia akan mencoba menenangkan diri dengan mengatur nafasnya setelah menangis atau ketika merasa marah.

Nah, setelah membaca penjelasan dari Psikolog Winny, apakah sudah lebih memahami kan kini mengenai kecerdasan emosional anak dan bentuk-bentuknya?

Kini tinggal mempraktikkannya untuk mengamati dan melakukan pendampingan bagi anak dalam setiap bentuk aksinya ya! Jika masih penasaran, simak artikel lainnya mengenai kecerdasan emosional anak di blog Cikal ya! (*)

Penulis

*)Tim Digital Cikal

Apa Tanggapan Anda ?