Daerah Kegiatan

Sekolah Cikal Bagikan Sertifikat dan Wisuda Daring Secara Drive Thru

JAKARTA – Guna menghindari paparan virus Corona terhadap anak-anak Rumah Main Cikal dan Sekolah Cikal melakukan pembagian sertifikat kelulusan dan undangan wisuda daring secara “Drive Thru”. Dalam pembagian sertifikat kelulusan Rumah Main Cikal membentuk konsep unik. Di mana guru-guru di Rumah Main Cikal yang berlokasi di Jakarta, Bintaro, Serpong, dan Bandung berkreasi dalam kegiatan itu. Mereka menggunakan kostum wisuda lengkap sambil membawa frame bertuliskan “Selamat” saat menyapa anak-anak yang memasuki pekarangan Rumah Main Cikal, dan Sekolah Cikal, Kamis (11/6/2020).

Menurut Kepala Sekolah Rumah Main Cikal Cilandak dan Sekolah Cikal Cilandak,Windy Hastasasi, kegiatan secara “Drive Thru” ini untuk mengapresiasi dan mengucapkan perpisahan pada murid-murid secara langsung. Namun karena kondisi masih di tengah wabah, tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Di masa pandemi ini dengan ada pembatasan keramaian dan jarak, guru-guru dan murid merasa kehilangan sesi tatap muka langsung. Saya ikut hadir memberikan langsung sertifikat kepada anak-anak. Juga mengucapkan terima kasih secara langsung kepada orangtua atas kolaborasinya yang baik selama anak-anaknya bersekolah di jenjang tersebut,” jelas Windy.

Salah satu guru Rumah Main Cikal Cilandak, Ahmad Fadhillah menyampaikan rasa harunya saat bertemu kembali dengan anak-anak setelah tiga bulan. Dengan mengenakan toga lengkap, masker, dan microphone, ia bersama guru-guru lain menyapa anak-anak memasuki pekarangan dengan antusias.

Bagi Ahmad, pembagian sertifikat Drive Thru ini momen yang cukup mengharukan. Sebagai guru yang dekat dengan anak-anak, bertemu dan menyapa tanpa memeluk mereka itu rasanya berbeda.

“Meskipun demikian, saya harus tetap menjalani protokol kesehatan. Intinya, semua keterbatasan ini membuat momen virtual wisuda tahun ini lebih haru,” ujarnya.

Pembagian sertifikat kelulusan dan undangan wisuda daring dengan Drive Thru bagi orang tua dan murid menjadi ajang untuk temu kangen dengan guru. Juga melepas rindu dengan sekolah setelah lebih dari tiga bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan.

Windy Hastasasi berharap anak-anak dapat melepas rindu dengan sekolah dan guru di akhir tahun ajaran. Meskipun semua dilakukan dengan cara yang sederhana.

“Walaupun sesi drive-thru ini sederhana, tapi anak-anak cukup senang bisa melewati jalur-jalur yang biasanya dilaluinya selama bersekolah. Mereka bisa bertemu dengan gurunya sebelum tutup tahun ajaran ini,” pungkas Windy. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?