Daerah Kegiatan

Guru Harus Mampu Manfaatkan Teknologi Dalam Proses Belajar Mengajar

MEDAN – Pembelajaran setelah munculnya Covid-19, menuntut para pendidik melaksanakan pembelajaran secara online. Kita semua diharapkan mampu menggunakan teknologi demi percepatan transformasi pendidikan. Guru harus menguasai teknologi pembelajaran berbasis online meliputi ketiga jenis pemanfaaatan teknologi. Baik itu sebagai media, sumber belajar maupun sebagai alat peraga.

Kemudian secara Pedagogik guru harus memahami karakteristik peserta didik dan latar belakangnya, pelaksanaan pembelajaran daring dan bagaimana melakukan evaluasi dan penilaian secara daring. Berikutnya Guru juga harus membuat Konten Matematika menjadi menarik untuk itu guru perlu memahami perbedaan aktivitas matematis seperti aktivitas matematis teknikal atau konseptual. Selanjutnya, guru harus dapat menguasai konsep Matematika yang diajarkan. Mengetahui bagaimana konsep matematika dipelajari dan diajarkan serta dapat melakukan assessment terkait proses dan hasil dalam belajar matematika.

Demikian dipaparkan Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam sebuah Senimar Nasional Matematika Online (Webinar Matematika). Webinar yang digelar Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan (Unimed) itu melibatkan narasumber Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd. (Universitas Sebelas Maret), Prof. Hasratuddin, M.Pd (Universitas Negeri Medan), dan Ahmad Isnaini, M.Pd (Guru SMA DR. Wahidin Sudirohusodo). Dengan Moderator Tiur Malasari Siregar, S.Pd., M.Si, webinar mengangkat tema “HOTS dan Teknologi Dalam Pembelajaran Matematika”. (unimed.ac.id, 27/5/2020)

Dekan FMIPA Dr. Fauziyah Harahap, M.Si mengatakan seminar nasional secara online ini adalah kesekian kali dilaksanakan oleh FMIPA. Kegiatan ini merupakan berbagi ilmu dan pengalaman secara online yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah se-Indonesia khususnya bagi pendidik matematika.

“Semoga kegiatan ini dapat berdampak positif dan bermanfaat bagi dosen, guru maupun pendidik yang mengampu bidang studi Matematika,” katanya.

Sementara Prof. Hasratuddin, M.Pd. mengatakan keberadaan guru harus ada dalam pembelajaran. Karena tujuan pembelajaran tidak hanya pada perkembangan kecerdasaannya saja, namun juga perkembangan sikap dan perilaku yang hanya bisa dibentuk oleh seorang guru.

“Karena didalam pendidikan tiga pilar yang harus dibangun, yaitu nilai-nilai dan keunggulan komparatif dalam pola pikir, sikap dan tindak dalam pembelajaran matematika. Yaitu konstuktif, interaktif dan reflektif,” ujarnya.

Di akhir, Ahmad Isnaini, M.Pd. menyampaikan pengalamannya, menggunakan HOTS dalam pembelajaran Matematika.

“Dengan menggunakan konten yang menarik, sangat membantu bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran matematik menjadi lebih mudah dipahami. Seperti menggunakan video animasi maupun media belajar lainnya,” tutur Isnaini. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?