SMA Mutual Kota Magelang

Mahasiswi Unimed ajarkan penggunaan media Muzax. (foto: unimed.ac.id)

Inovasi

Media Muzax, Belajar Matematika Lebih Mudah Dipahami


Siedoo, Pada pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar, terdapat sebuah media pembelajaran Muzax (Multifunctional Zahien Box). Media pembelajaran Matematika ini mudah digunakan. Muzax memudahkan proses pembelajaran pada guru dan penanaman konsep matematika pada siswa.

Dengan menggunakan teori belajar dan perkembangan anak dari J.S Brunner dan Piaget, pembelajaran Matematika dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Muzax berisikan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat negatif dan positif sesuai dengan materi kelas 4 SD.

Median tersebut terdiri dari 4 bidang yaitu penjumlahan dan pengurangan dengan media kartu (konkret), dengan gambar, dengan angka-angka secara langsung dan dengan garis bilangan. Media pembelajaran ini dilengkapi dengan kotak musiknya membuat anak bisa rileks dalam belajar.

Mahasiswi Unimed memberi pelatihan penggunaan Muzax kepada guru dan siswa SDN 104223 Bingkawan, Desa Bingkawan, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar dan mempermudah proses pembelajaran Matematika di SD tersebut.

Pelatihan ini sudah enam kali digelar sejak 8 April 2019 lalu. Program ini memiliki beberapa pertemuan dimulai dari validitas soal, pretest, pelatihan guru, pelatihan siswa, post test, dan penyerahan media.

Pelatihan dilakukan oleh empat mahasiswi Unimed yang melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M). Mereka adalah Maya Alemina Ketaren (PGSD 2017), Nur Rarastika (PGSD 2017), Devi Khairani (PGSD 20015), dan Sri Endang Wahyuni (Pendidikan Matematika 2017). Mereka melatih dengan dosen pendamping Elvi Mailani, M.Pd.

Sebagai Kepala SDN 104223 Bingkawan, Rasmita br Tarigan, S.Pd. mengatakan, sangat senang dengan adanya program dari mahasiswa Unimed yang membantu dalam pembelajaran. Dengan adanya pelatihan media pembelajaran ini siswa lebih mudah memahami materinya.

“Selain itu siswa merasa senang karena penggunaan media belum ada di sekolah. Untuk para guru, pengajaran menjadi lebih mudah dimengerti oleh siswa. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan sehingga membantu sekolah untuk mengembangkan dan meningkatkan pembelajaran kepada siswa,” ujar Rasmita dikutip dari laman unimed.ac.id. (*)

Apa Tanggapan Anda ?