Foto ilustrasi pendidikan, sumber internet.

Daerah

Kurang Siswa, Sekolah Dibubarkan

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

BEKASI – Kemunculan sekolah-sekolah swasta ternyata berdampak pada berkurangnya pelajar di sekolah negeri. Karenanya, beberapa pemerintah daerah melakukan merger atau penggabungan sekolah. Hal ini seperti yang terjadi di Kota Bekasi, Jawa Barat.

“Ada yang menjadi dasar kami melakukan merger terhadap sekolah tersebut. Diantaranya jumlah siswanya yang kurang dari 180 orang,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi sebagaimana ditulis Antara.

Ditandaskan merger pada beberapa sekolah dasar negeri (SDN) dilakukan juga demi pemerataan guru serta menyiasati kekurangan ruang kelas. Keputusan menggabung kegiatan belajar mengajar siswa SD itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bekasi yang dikeluarkan pada Oktober 2017.

Adapun sejumlah sekolah yang saat ini dimerger di antaranya SD Negeri Medansatria 8 Bekasi akan dimerger ke SD Negeri Medansatria 4 Bekasi, SD Negeri Pejuang 4 Bekasi akan dimerger ke SD Negeri Pejuang 2 Bekasi. Dan SD Negeri Margahayu 2 Bekasi akan dimerger ke SD Negeri 5 Bekasi.

Sementara itu, di Malang, Jawa Timur dua SDN terpaksa dibubarkan karena kekurangan siswa. Sementara itu, sembilan lainnya kena merger dengan sekolah lain di satu wilayah.

Dua SDN yang dibubarkan adalah SDN Kalirejo 01 dan SDN Tempursari 01. Kemudian, sembilan SDN yang kena penggabungan, yakni SDN Sedayu 02, SDN Turen 06.

Lalu SDN Talangsuko 06, SDN Tawangargo 03, SDN Bantur 05, SDN Senggreng 06, SDN Sidorahayu 04, SDN Bedalisodo 02, dan SDN Ngingit 02.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Slamet Suyono menyampaikan, pembubaran dua SDN tersebut karena tidak ada lagi siswa yang mendaftar sekolah di sana. Sedangkan, penggabungan dilakukan karena jumlah siswa tak memenuhi standar minimal.

Dia menyebut, sekolah-sekolah tersebut kebanyakan SDN di daerah pinggiran dengan jumlah siswa yang tidak memenuhi pagu. Yaitu, minimal 60 siswa dalam satu sekolah untuk tingkat SD.

Menurut dia, selain keberadaan sekolah yang terpencil dan jauh dari peminat, persaingan dengan sekolah swasta juga dianggap sebagai salah satu penyebab dihapusnya sejumlah SDN.

”Sekarang banyak SD swasta yang mengalami peningkatan jumlah pendaftar,” terang Slamet sebagaimana ditulis radarmalang.co

Apa Tanggapan Anda ?