Tokoh

Guru Kukar Kembangkan Metode MIKIR dalam Pembelajaran

KUTAI KARTANEGARA – Pembalajaran di jenjang pendidikan dasar perlu inovasi metode mengajar dari para guru. Kegiatan belajar mengajar diharapkan mampu melibatkan siswa secara aktif. Sehingga, perlu metode-metode baru yang aktif, kreatif namun menyenangkan. Seperti dilakukan para guru di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Untuk mengenal, melatih, mempraktikkan serta mengembangkan metode pembelajaran, para guru di Kukar mengadakan pelatihan. Dalam pelatihan tersebut mereka dikenalkan inovasi pendekatan pembelajaran atau metode MIKIR. Yaitu metode yang mengedepankan Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi.

Kegiatan pelatihan diikuti  192 peserta terdiri dari guru pengajar, kepala sekolah dan pengawas SD dan MI di Kukar. Pelatihan metode MIKIR diadakan dalam dua gelombang dan masing-masing gelombang dilaksanakan selama tiga hari. Gelombang I berlangsung tanggal 13-15 Oktober 2018 dan Gelombang II pada 16-18 Oktober 2018, di SD 003 Tenggarong, Kukar.

Selama ini dalam mengajar, guru masih berkutat menggunakan metode klasik, seperti ceramah, tanya-jawab, dan diskusi. Dengan metode MIKIR, guru dapat mengarahkan siswa lebih aktif,  inovatif dan komunikatif.

Karena metode ini menuntut siswa lebih aktif terlibat dalam  melakukan percobaan, pengamatan dan pengolahan informasi. Kemudian siswa berkolaborasi dalam kelompok memecahkan masalah selama percobaan, kemudian mempresentasikan hasil percobaan di hadapan siswa lain.

Salah satu peserta, Laksmi dari SD 004 Tenggarong, mengaku selama mengajar belum melakukan perencanaan dan skenario pembelajaran yang tepat. Sehingga, siswa menjadi pasif dengan banyak menggunakan metode ceramah. Dalam kegiatan ini, dia berlatih menyusun skenario pembelajaran dan praktik tentang rangkaian listrik di kelas 6 SD 003 Tenggarong.

“Dengan pendekatan MIKIR, kami lebih mudah menyusun skenario pembelajaran yang membuat siswa menjadi antusias,  lebih kreatif dan inovatif,” ungkapnya dikutip radarindonesianews.com.

Diketahui para guru yang berpraktik di beberapa sekolah tersebut berasal dari 16 SD dan MI di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terpilih menjadi mitra program PINTAR Tanoto Foundation. Agar cepat metode MIKIR tersosialisasikan, untuk pelatihan ini masing-masing sekolah mengirim rata-rata 12 peserta. Diharapkan ketika pulang bisa menularkan pendekatan tersebut kepada guru-guru lain. (Siedoo/NSK)

Apa Tanggapan Anda ?