Opini

Berikut Tipe Orang Tua Dalam Mendidik Anak, Anda Termasuk Tipe yang Mana?

Siedoo, Sudah menjadi kewajiban orang tua dalam mendidik anak hingga menjadi dewasa dan mandiri. Hasil pendidikan anak menentukan masa depan mereka dalam mengarungi kehidupan. Orang tua harus sadar dengan berbagai potensi kemampuan yang dimiliki anak dalam tumbuh dan berkembang sebagai seorang manusia.

Potensi yang utama yang dianugerahi Allah adalah kemampuan berpikir. Saat dilahirkan, anak hanya mempunyai satu pikiran, yaitu pikiran bawah sadar. Pikiran ini terdiri atas dua bagian, yaitu modern memory area atau biasa disebut pikiran bawah sadar (subconscious mind) dan priminitive area atau pikiran nirsadar (unconscious mind).

Perlu dikatahui, pikiran nirsadar berisi program yang telah diinstal Sang Pencipta untuk mengendalikan fungsi tubuh yang bersifat otonom seperti pernapasan, detak jantung, mekanisme pertahanan hidup, perlindungan dari infeksi dan sebagainya.

Sementara pikiran bawah sadar masih kosong seperti hardisc komputer yang masih baru. Sudah diformat tapi belum berisi program apa pun. Pada anak, proses instalasi program terjadi melalui interaksi anak dengan pengasuh utamanya, yaitu orang tua, baby sitter atau lingkungannya.

Fase Penting

Tahapan atau fase dalam instalasi program bawah sadarcpaling penting adalah sejak anak lahir sampai usia 12-13 tahun. Bahkan sebenarnya sejak usia tiga bulan dalam kandungan pikiran bawah sadar anak telah mampu menyerap kejadian yang dialami anak.

Masa peka terjadi pada anak usia dini atau yang disebut usia emas (golden age). Sehingga dalam mendidik, orang tua harus berhati-hati karena akan terekam hingga anak tumbuh dewasa kelak. Setiap orang tua memiliki tipe dalam mendidik anak-anak mereka, sehingga hal ini harus diperhatikan karena memengaruhi bagaimana hasil pendidikan itu terhadap anak.

Tipe-tipe Orang Tua dalam Mendidik Anak

Cara yang dilakukan orang tua dalam mendidik, membesarkan, atau merawat anak mengacu pada tipe tertentu. Adi W. Gunawan dalam Hypnotherapy for Children menjelaskan tipe-tipe orang tua, yaitu over protective, over permissive, over demanding, rejection, dry cleaning, dan tipe ideal.

1. Tipe Over Protective

Yaitu tipe orang tua yang sangat melindungi anaknya. Secara lahir tampak orang tua ini sangat menyayangi anaknya. Namun sebenarnya orang tua sangat cemas. Orang tua berusaha menjauhkan anak-anaknya dari hal-hal yang bisa merugikan atau membahayakan.

Mereka cenderung berpikir negatif dalam melihat sesuatu. Kecemasan orang tua ini memengaruhi anak sehingga anak juga akan menjadi anak pencemas.

2. Tipe Over Permissive

Orang tua tipe ini tampak sangat baik di mata anak karena selalu mengiyakan atau membolehkan apa pun yang diminta anak. Hal ini justru akan memengaruhi perkembangan psikis anak. Anak yang selalu mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah cenderung tidak menghargai usaha atau perjuangan. Anak juga tidak menghargai apa yang ia dapatkan.

3. Tipe Over Demanding

Orang tua tipe over demanding adalah orang tua yang selalu menuntut anaknya untuk hidup dengan standar tinggi yang mereka tentukan. Misalnya menuntut nilai anak nilai sekolahnya harus 10, makan harus rapi, anak harus berprestasi, dan sebagainya.

Orang tua tipe ini beralasan melakukan hal seperti itu demi masa depan anak. Mereka mengabaikan perkembangan psikologi anak dan menuntut anak sesuai dengan standar orang yang mereka tentukan sendiri. Namun akibatnya, justru menjadikan anak cemas, takut, dan tertekan.

4. Tipe Rejection

Yaitu tipe orang tua yang menolak anak secara fisik, verbal, atau emosioanal, secara sadar ataupun tak sadar. Mereka sibuk dengan diri sendiri dan anak diasuh oleh baby sitter atau asisten rumah tangga.

Penolakan bisa juga dengan memberikan apa saja yang diminta anak. Tipe ini tampak seperti orang tua over permissive, perbedaannya orang tua tipe rejection memberikan apa yang diminta anak agar anak bisa segera ‘jauh’ dari orang tua dan tidak mengganggunya.

5. Tipe Dry Cleaning

Tipe ini adalah tipe orang tua yang tidak mau bertanggung jawab untuk mendidik dan merawat anak. Mereka menyekolahkan anak di sekolah terbaik dan menyerahkan sepenuhmya pendidikan itu kepada sekolah, bahkan kadang ditambah dengan guru les.

Sedangkan perawatan anaknya juga diserahkan kepada baby sitter atau asisten rumah tangga.

Orang tua ini akan menggendong atau bermain dengan anak kalau anaknya sudah bersih dan wangi. Bila sang anak bermasalah, orang tua akan membawa anak ke konselor, psikolog, atau terapis dan meminta agar anaknya dibereskan. Tipe orang tua ini cenderung lepas dari tanggung jawab utama mereka.

6. Tipe Ideal

Orang tua tipe ideal adalah orang tua yang tidak masuk kategori di atas. Tidak over atau tidak ekstrem. Orang tua yang bijak dan hati-hati dalam melindungi, tepat dalam membolehkan, menolak, meminta atau menuntut dan bertanggung jawab penuh pada proses pendidikan anak, terutama ketika mereka di rumah.

Nah, sebenarnya orang tua bertanggung jawab menerima dan mendidik anak dalam kondisi apa pun. Termasuk ketika orang tua menyekolahkan anak ke lembaga pendidikan.

Janganlah fokus pada masalah dan mempermasalahkan masalah yang dihadapi. Namun fokuslah pada pada solusi dengan mencoba belajar mengetahui apa penyebab dan ada apa di balik masalah tersebut.

Ketika anak menghadapi suatu masalah, itulah saatnya orang tua membuktikan cintanya. Memang manusia tidak bisa mengubah masalah yang sudah terjadi, atau mengubah takdir. Namun manisoa bisa mengolah masalah sehingga bisa mencari jalan mengatasinya dan belajar menemukan solusi penyelesaiannya. Dalam pendidikan terhadap anak, Anda termasuk orang tua dengan tipe yang mana? (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?