Opini

Pentingnya Anak Miliki Literasi Lingkungan

SiedooSangat ironis, dan banyak ditemui di beberapa tempat yang disadari atau tidak. Anak-anak sudah cukup lama menentap bersama orang tuanya, tetapi mereka tidak mengenal lingkungan. Bahkan mereka tidak tahu siapa tetangga dua rumah dari rumahnya apalagi keadaannya. Padahal anak-anak itu bisa memahami betul kejadian di belahan bumi lain terkait kegiatan bermasyarakat, lewat telepon pintarnya.

Diketahui salah satu pilar pendidikan menurut UNESCO adalah learning to live together, yakni belajar hidup bersama. Di mana pendidikan di Indonesia diharapkan mampu mencetak generasi yang memiliki peran dalam lingkungan di manapun berada, mampu menempatkan diri sesuai perannya. Intinya, memahami peran diri dan orang lain dalam bersosialisasi di masyarakat.

Kebiasaan hidup bersama dapat mengasah rasa saling menghargai, terbuka, memberi, dan menenerima. Jangan sampai, semakin ‘akrab’ seseorang dengan pendidikan justru semakin ‘jauh’ dari kebersamaan bermasyarakat dan menjadi pribadi yang individualistis.

Tentu kita ingin anak-anak kita memiliki kualitas yang tidak hanya baik secara akademik tetapi juga memiliki kualitas ’memerankan diri’. Peran dalam kehidupan bermasyarakat seiring meningkatnya taraf pendidikan mereka. Sebagai orangtua, kita bisa menanamkan ‘literasi lingkungan’ terhadap anak-anak melalui hal-hal sederhana.

Libatkan Anak Bersosial

Misalnya ajak anak terlibat saat menjenguk tetangga sakit, jika perlu libatkan mereka untuk menyumbang. Libatkan dalam kegiatan kerja bakti lingkungan. Jika tidak memungkinkan membantu pekerjaan, ikutkan berpartisipasi dalam mengantar makanan atau minuman.

Andalkan berjalan kaki untuk menempuh jarak dekat. Selain mengurangi jejak karbon yang baik bagi lingkungan, dan kesehatan tubuh, berjalan kaki juga bisa memberi efek psikologis mempererat kedekatan dengan lingkungan.

Biasakan bertegursapa dengan para tetangga, berikan stimulus anak melakukan interaksi dengan lingkungannya. Contohnya mengajak, ”Ayo Nak, kasih tangan kepada Pak RT!” atau ketika bersama anak lewat di depan tetangga, “Ayo Nak, ucapkan permisi ke ibu itu!”

Bisa juga meanak motivasi dengan mengungkapkan pengalaman orang tua. ”Lihat Nak, zaman ibu kecil, banyak ikan yang hidup di dalam saluran air ini, bagaimana agar di saluran ini ikan-ikan bisa hidup lagi?” Atau, ”Ini rumah Bu Ani, teman ibu. Beliau itu dulu jago matematika,” dan lain sebagainya.

Ajari Anak Berbagi

Berbagi bukan hanya soal makanan atau oleh-oleh dari luar kota. Jika anak kesulitan belajar, antarkan pada tetangga yang dianggap mampu dan mau membantunya. Begitu pula jika tetangga kita memerlukan bantuan dalam menyelesaikan tugas sekolah, misalnya butuh berita Koran untuk kliping, dan lainnya.

Literasi lingkungan menjadi hal yang penting ditanamkan pada anak-anak kita. Bukan hanya tugas guru, penegakkan pilar pendidikan learning to live together juga menjadi tugas orangtua. Literasi lingkungan memberikan pemahaman tentang peran diri dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar baik alam maupun sosial.

Ajari anak-anak kita literasi lingkungan Sehingga pada akhirnya pendidikan tidak hanya meningkatkan kualitas kemampuan intelektual dan profesional, tetapi juga peningkatan sikap, kepribadian, dan moral bagi generasi penerus bangsa. (dirangkum dari berbagai sumber oleh Tim Siedoo). (*)

Apa Tanggapan Anda ?