Opini

Peserta Didik Harus Didorong Menjadi Aktif dan Kritis

Siedoo, Program Merdeka Belajar memang banyak direspon positif para guru dan pendidik. Dinilai program tersebut dapat menjadi landasan bagi para guru dan tenaga pendidik dalam melakukan pembelajaran aktif. Pasalnya Merdeka Belajar dapat menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan, serta diharapkan melahirkan peserta didik yang aktif dan kritis.

Tugas Pendidik Tak Lagi Textbook

Selama ini, para guru hanya terfokus pada kegiatan administratif. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah, para guru diwajibkan mengikuti aturan standar yang dibuat pemerintah. Di mana hal itu menjadikan para pendidik seakan terkungkung oleh segala aturan administratif.

Aturan-aturan pemerintah bersifat pakem dan menjadi patokan dalam mengukur keberhasilan pembelajaran di sekolah. Padahal hal itu justru dapat menjadi salah satu penghambat berkembangnya pendidikan di tanah air. Karena aturan-aturan yang diikuti selama ini seakan mengabaikan kemajuan ilmu dan teknologi, hanya demi melaksanakan tugas-tugas keguruan yang bersifat textbook.

Dengan program gagasan Mendikbud Nadiem Makarim itu, diharapkan para guru dapat lebih leluasa untuk mengelola kelasnya secara aktif dan kreatif. Sehingga para pendidik akan melakukan berbagai inovasi pembelajaran dengan menemukan metode-metode yang mudah diikuti peserta didik.

Selain itu. peserta didik pun betah belajar di sekolah dengan mengikuti pembelajaran yang lebih menyenangkan. Lebih penting, para pendidik tugas para pendidik tak lagi textbook.

Kompetensi Pendidik Diuji

Melaksanakan KBM yang menyenangkan dan mendorong peserta didik aktif dan kritis sebenarnya telah dirintis oleh pendidik di berbagai sekolah. Banyak para guru atau pendidik yang inovatif dalam KBM di kelasnya. Bahkan mereka melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) demi keberhasilan mengajar dan mendidik.

Dengan program Merdeka Belajar, para guru dan pendidik akan diuji kreativitas mereka. Terutama dalam merancang sistem pembelajaran yang mampu menjadikan siswa semakin aktif dan kritis. Para guru juga dituntut mampu membuat stimulus untuk mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik. Intinya kompetensi pendidik diuji dalam Merdeka Belajar.

Perubahan Paradigma Belajar

Dalam program Merdeka Belajar, ke depan para guru harus mengembangkan pola-pola untuk membangun inovasi pembelajaran. Berbagai metode pembelajaran harus diciptakan dan dikembangkan dengan melihat kondisi peserta didik dan kearifan lokal.

Guru bebas mengembangkan metode pembelajaran yang membuat peserta didik lebih aktif, kreatif, mampu berkolaborasi dengan kelompoknya, dan kritis selama KBM. Yaitu metode yang mampu memancing peserta didik mengembangkan daya imajinasi dan analisis mereka.

Bila benar-benar program Merdeka Belajar tersebut berjalan, maka akan tercipta perubahan paradigma belajar di tanah air. Semoga guru mampu menjadikan semua peserta didiknya menjadi lebih aktif dan kritis. Sehinga mereka siap menjadi generasi yang unggul. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?