Guru harus lebih banyak waktu bersama siswa. l foto : kicaunews.com

Opini

Kurikulum Dirombak Agar Guru Lebih Fokus Mengajar

Iklan SMA Mutual

Siedoo, Dalam perombakan kurikulum yang direncanakan ke depan, paling tidak ada beberapa hal. Seperti pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, serta pendidikan karakter berbasis agama dan Pancasila menjadi mata pelajaran utama di sekolah dasar (SD).

Sementara itu di tingkat SMP dan SMA, pembelajaran bahasa Inggris tersebut akan lebih fokus mengajarkan percakapan (conversation), bukan tata Bahasa (grammar). SMP kedepan, juga tidak boleh lebih dari lima mata pelajaran. Sementara SMA, maksimal enam mata pelajaran tanpa penjurusan.

Guru Lebih Fokus Mengajar

Meski menuai pro dan kontra, perombakan kurikulum ini paling tidak akan mengembalikan tugas guru yang seharusnya dan sebenarnya. Mengingat dengan ‘rumit’-nya kurikulum saat ini dengan beban administrasi yang luar biasa, telah berkontribusi terhadap tugas utama guru.

Guru harus dihadapkan dengan administrasi yang bermacam-macam dan tidak sedikit jumlahnya. Seperti pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bisa sampai berlembar-lembar.

Konsep kurikulum yang ditawarkan Mendikbud Nadiem dinilai efektif. Karena konsepnya lebih menyentuh langsung ke siswa. Konsep perubahan-perubahan ini akan membuat para guru lebih fokus kepada kegiatan belajar mengajar.

Sehingga ke depan tenaga pendidik bisa lebih akrab dengan metodologi baru yang akan diterapkan. Siswa pun akan lebih diajak berpikir kritis dengan banyaknya kegiatan diskusi di dalam kelas.

Selaras dengan Konsep Ki Hadjar Dewantara

Ada tiga konsep guru sebagai pendidik menurut Ki Hadjar Dewantara. Yaitu ‘ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Kurang lebih artinya “di depan memberi teladan, di tengah membangun keinginan (memotivasi), di belakang memberi semangat.”

Dengan guru banyak bersama siswa dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) tentu akan tercapai konsep guru sebagai pendidik. Karena guru akan selalu berinovasi agar ketika di depan dan di antara siswanya selalu berupaya menarik.

Guru akan membuat terobosan-terobosan baru dalam menyampaikan materi, membuat anak mudah memahami materi, dan anak betah di sekolah.

Bukan berarti pada kurikulum 2013 sekarang guru tidak inovatif, tetapi waktu luang guru kebanyakan hanya untuk mengerjakan administrasi, bukan untuk berinovasi dan mencari metode mengajar pertemuan KBM selanjutnya.

Dengan konsep kurikulum baru diharapkan guru lebih banyak membagun karakter siswa. Guru tanpa perintah akan melakukan perubahan-perubahan dalam mengajar. Hal itu akan menjadi contoh siswa-siswanya untuk selalu berinovasi, berpikir kritis, dan memiliki karakter kuat. Terleih diberi semangat dan didorong guru dalam berkarya.

Guru dan Siswa Berlomba

Indonesia memang membutuhkan kurikulum dengn konsep cerdas. Di mana kurikulum memberi motivasi guru dan siswa berlomba untuk berinovasi. Guru berinovasi dalam KBM, sementara siswa berinovasi dalam brdiskusi dan mengamalkan ilmu, seperti mengadakan percobaan dan penelitian terkait pelajaran yang diterimanya.

Kurikulum ke depan juga diharapkan siswa memiliki pribadi unggul yang bertakwa, memiliki sikap patriotisme, ber-Pancasila dan berkarakter Indonesia. (*)

Narwan Siedoo

Apa Tanggapan Anda ?