Mara Athirah Siagian, asal Indonesia juara Kompetisi Alqiran di Australia. (foto: Antaranews.com)

Tokoh

Keren, Siswa Asal Indonesia Ini Sabet Juara Kompetisi Alquran di Australia


Siedoo, Berkat kesungguhan dalam melaksanakan tadarus selama bulan suci Ramadan, membawa berkah bagi pelajar asal Indonesia yang bermukim di Australia. Ia berhasil meraih juara III dalam kompetisi Alquran tingkat dasar di Wollongong, New South Wales, Australia. Dia adalah Mara Athirah Siagian, asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara tiga. Saya mengucapkan terima kasih kepada guru mengaji saya di Bakung Gowa,” kata Athirah sapaan akrabnya, dikutip Antaranew.com.

Pada acara yang dilaksanakan oleh Saudi Students in Wollongong, Islamic Society of Illawara bersama Asosiasi Masjid se-Illawara, Athirah masuk dalam Kategori I. Yakni bacaan surah Al Fatihah, surah An Nass sampai surah Al Zalzalah.

Mantan siswi SD Inpres Bakung, Gowa itu satu-satunya peserta dari Indonesia yang secara tidak terduga berhasil masuk babak final. Dia mengalahkan pesaingnya dari anak-anak muslim yang didominasi keturunan Timur Tengah pada kompetisi yang digelar di Masjid As Salam, Berkeley, Wollongong, Sabtu, (1/6/2019).

Dilansir Medcom.id, orang tua Athirah merupakan dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Sang ibu yang sementara waktu, menjalani pendidikan program doktoral pada University of Wollongong dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat. Hal itulah yang mengharuskan Athirah dan keluarganya bermukim di Negeri Kanguru tersebut selama tiga tahun ke depan.

Atas prestasinya, pelajar yang kini duduk di kelas V Gwynneville Primary School itu, berhak mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan 100 dolar atau sekitar Rp 1 juta.

Membiasakan diri

Ayah Athirah, Haidir mengaku sebelum memboyong keluarga ke Australia empat bulan lalu, Athirah telah terdaftar sebagai siswi Rumah Tahfidz Quran Ummu Syahidah, Gowa. Kesehariannya menghafalkan surah-surah pendek dan murojaah di rumah. Meski berada di tempat berbeda, Athirah tetap melangsungkan kebiasaan itu. Ia belajar mengaji dari Syahmina, seorang istri pelajar PhD University of Wollongong asal Pakistan.

Alhamdulillah, putri kami bisa mendapat juara ini, meski sebenarnya itu bukanlah hal yang utama. Terpenting ialah bagaimana mengajarkan ilmu agama baginya untuk bekal mereka di dunia hingga akhirat,” katanya diwartakan Fajar.co.id.

Haidir optimistis anak penghafal Alquran merupakan seorang yang cerdas, meski diketahui anaknya belum menghafalkan Juz Amma. Namun, dia selalu mengusahakan agar semua anaknya tetap berada dalam pengajaran berdasarkan Alquran serta mengamalkannya.

Bagi orangtua Athirah, mendidik anak sebaiknya dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai Islam sebagai tanggun jawab maupun amanah dari Allah SWT. Cara didik tersebut dianggap mampu menjadi fondasi dan bekal seorang anak untuk menjalani kehidupan.

”Kehidupan yang tentu akan selalu berlandaskan pada ketentuan-ketentuan Allah, mulai dari kalam-kalam Ilahi hingga hadis Rasulullah SAW,” jelas Haidir Fitra Siagian. (*)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang