Daerah

Wadahi Karya Literasi Siswa, SMP Negeri 51 Surabaya Terbitkan Majalah

SURABAYA – Majalah sekolah merupakan salah satu wadah bagi warga sekolah untuk menyalurkan karya tulis berupa artikel, puisi, esai, tips, TTS, dan kegiatan sekolah. Majalah sekolah juga dapat dijadikan sarana informasi menarik lainnya dalam bentuk tulisan.

Mengakhiri kegiatan pembelajaran sebelum liburan Hari Raya, SMPN 51 Surabaya, Jawa Timur secara resmi meluncurkan Majalah Starlisa. Starlisa merupakan kependekan dari Sarana Literasi Arek Lima Satu.

Dilansir dispendik.surabaya.go.id, terbitan perdana majalah sekolah Starlisa ini diresmikan langsung oleh Kepala SMP Negeri 51 Surabaya, Sulastri. Dalam sambutannya, Sulastri berpesan agar siswa menjadikan majalah sekolah ini sarana literasi dengan baik.

Majalah sekolah ini merupakan salah satu capaian prestasi SMP Negeri 51 Surabaya dalam program literasi. Mengingat hingga saat ini belum semua sekolah mempunyai majalah sekolah.

“Meskipun sekolah kita di daerah pinggiran, tetapi kita sudah bisa menerbitkan majalah sekolah yang menjadi kebanggaan kita semua,” kata Sulastri.

Majalah Starlisa ini digawangi oleh Ketua Redaksi bernama Shavilla Kelas VIII-A, yang juga Ketua OSIS Spenlisa. Shavilla mengungkapkan sangat senang dengan adanya majalah sekolah di SMPN 51 Surabaya.

“Karena majalah Starlisa itu lebih easy reading, lebih menarik dibaca. Dari bahasa penyampaiannya juga anak muda banget, ada halaman berwarna dan banyak gambar serta ilustrasinya,” jelas Shavilla.

Sementara itu, salah satu Pembina Redaksi Starlisa, Ahmad Zainudin, menyampaikan bahwa majalah ini ke depan harus terus maju, lebih kaya lagi konten dan informasinya. Serta bisa terus konsisten terbit secara rutin, sehingga karya siswa dan siswi  lebih terakomodasi.

Dengan adanya majalah sekolah ini diharapkan akan memotivasi dan memudahkan siswa dalam mengembangkan bakatnya dalam berliterasi. Serta mendapatkan tempat untuk diapresiasi dan bisa lebih luas lagi manfaatnya.

“Menulis itu gampang! Kuncinya, kalian mau mencoba dan mencoba terus atau tidak, itu masalahnya,” ajak guru Bahasa Indonesia, yang juga Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Negeri Kota Surabaya itu. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?