Tim arung jeram Indonesia berlaga di Tully River, Cairns, Queensland, Australia. (foto: galamedianews.com)

Internasional

Siswa SMK Cianjur Harumkan Indonesia di Ajang Rafting Internasional


CIANJUR - Keberhasilan sesuatu dapat diraih apabila diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Hal ini berlaku bagi siapa pun, termasuk anak-anak sekolah dalam meraih prestasi di segala bidang.

Prestasi yang dicapai oleh pelajar atau mahasiswa tentu akan mencatatkan sejarah tersendiri, bagi dirinya, timnya, almamaternya, daerahnya, bahkan bagi bangsa dan negaranya. Untuk itu, siapa pun harus berani mengambil kesempatan dalam ajang prestasi dan berani meraih prestasi setinggi mungkin.

Seperti dilakukan Muhammad Ramdan Rudiyana dan Rizky Hidayat, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ar-Rahmah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini. Mereka memberi andil pada tim rafting Indonesia U-19 dalam ajang World Rafting Championship (WRC) Australia 2019’.

Di ajang WRC yang diadakan di Tully River, Cairns, Queensland, Australia pada pertengahan Mei 2019 lalu, tim Indonesia meraih Juara II. Atas andil dalam prestasi itu, pihak sekolah memberikan penghargaan berupa beasiswa pendidikan kepada keduanya.

Kepala SMK Ar-Rahmah, Halida Indriati mengaku bangga atas prestasi internasional yang diraih kedua siswanya. Ini mengulang prestasi yang pernah diraih pada tahun sebelumnya, yang juga meraih Juara II di World Rafting Championship 2018 yang diadakan di Jepang.

“Kami ikut bangga karena siswa kami dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Alhamdulillah, prestasi tersebut bisa terwujud,” ujarnya, dilansir disdik.jabarprov.go.id.

Indi mengungkapkan, pada prosesnya, kedua siswa tersebut tergabung dalam klub arung jeram bernama KAPINIS guna mewadahi hobi dan bakat siswanya. Di klub itulah, keduanya berlatih dan mengikuti banyak ajang perlombaan, mulai tingkat nasional hingga internasional.

“Selain dukungan penuh dari sekolah, poin terbesar keberhasilan mereka tak lepas dari solidnya klub yang menaungi anak-anak untuk terus berlatih. Itu modal utamanya,” tambah Indri.

Indri pun mengerti risiko yang ditempuh kedua siswanya untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang tersebut, seperti harus melewatkan waktu belajar di kelas. Sehingga, ia pun membuat kebijakan tersendiri guna menunjang prestasi siswanya itu.

Mendekati waktu kejuaraan, mereka diberi dispensasi untuk berlatih, sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) susulan pun dilakukan sambil dibimbing guru. Hal ini sudah didiskusikan dengan orang tua siswa dan pihak klub.

Sementara dilansir galamedianews.com, Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Barat, R. A. Amalia Yunita merasa bangga dan haru. Dengan segala keterbatasan yang ada, atlet arung jeram Jawa Barat mampu berprestasi mewakili Indonesia di Kejuaraan Dunia.

“Tahun ini akhirnya mereka bisa berangkat dan kembali menghasilkan prestasi,” ungkap Amalia. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Dirgahayu RI Kota Magelang