Ilustrasi pendidikan.

Nasional

Akreditasi Sekolah VS Masa Tunggu & Keterserapan Alumni


SIEDOO.COM – Judul diatas “Akreditasi Sekolah Versus Masa Tunggu & Keterserapan Alumni” mungkin tidak bisa dibandingkan. Namun hal itu sangat erat kaitannya. Masa tunggu dan keterserapan alumni merupakan bagian dari proses akreditasi sekolah. Misal sekolah yang masa tunggu dan keterserapan alumninya rendah, bisa juga mendapatkan nilai yang bagus. Akan tetapi jika hal tersebut terus berlangsung tanpa ada perubahan di sekolah tersebut, maka lambat laun sekolah akan tutup.

Akreditasi Sekolah

Akreditasi sekolah adalah pengakuan formal yang diberikan  Badan Akreditasi Nasional (BAN) terhadap kompetensi sekolah dalam melakukan kegiatan penilaian tertentu. Untuk mendapatkan pengakuan formal berupa tingkat akreditasi, maka BAN akan menilai beberapa poin penilaian. Untuk itu, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud)  berupaya meningkatkan kualitas sekolah dan mendapat pengakuan tingkatannya. Menurut Mendikbud Muhadjir Effendy, salah satu upaya peningkatan kualitas adalah percepatan akreditasi sekolah serta kualitas pendidikan.

Cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan mendorong pembenahan tata kelola kelembagaan. Langkah yang dilakukan yaitu penataan bidang keahlian, peningkatan kesempatan magang, penyediaan guru kejuruan yang kompeten, dan peningkatan kuantitas tenaga kerja. Untuk sekolah kejuruan mempersiapkan lulusan yang siap kerja hukumnya wajib. Karena dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) persaingan dalam dunia kerja akan meningkat. Persaingan tidak hanya dengan lulusan sekolah dalam negeri. Tetapi persaingan akan terjadi dengan lulusan dari negara-negara Asean.

Masa Tunggu Lulusan

Sekolah jangan hanya fokus untuk meningkatkan akreditasi sekolah. Walaupun memang hal tersebut sangat penting karena dapat dijadikan indikator kualitas lulusan. Siswa yang sudah mengenyam pendidikan selama tiga tahun dan dengan nilai bagus belum jaminan langsung diterima didunia kerja. Mereka masih perlu perhatian. Tetapi kebanyakan sekolah hanya membimbing sampai mereka lulus, tidak sampai mereka mendapat pekerjaan. Terutama sekolah yang mempunyai kualitas yang rendah.

Sekolah dengan tingkat yang rendah wajib mendampingi lulusannya sampai mereka mendapatkan perkerjaan. Karena tanggung jawab sekolah seharusnya tidak sampai mereka lulus. Tetapi juga sampai mereka mendapat pekerjaan.

Seharusnya, sekolah malu jika lulusannya tidak segera terserap didunia kerja. Jika ada upaya mendampingi, maka sekolah akan mengetahui kekurangan mereka, pasti ada yang salah dengan sekolah tersebut. Dengan mengetahui kekurangannya, maka sekolah dapat memperbaikinya.  Sehingga kualitas sekolah meningkat. Jika hal itu diperhatikan, maka tingkatan sekolah yang baik akan mengikuti.

Apa Tanggapan Anda ?