Menteri Keuangan Sri Mulyani. foto: okezone

Nasional

Program Prioritas, Anggaran Pendidikan Rp 444 T

SMK Muhammadiyah 2 Muntilan

JAKARTA – Anggaran pendidikan tahun 2018 besarannya menyentuh Rp 444 Triliun. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya, di angka Rp 426 triliun. Di zaman now, untuk mendongkrak mutu pendidikan, variabelnya tidak cukup hanya anggaran.

Tetapi, juga sisi lain. Seperti selalu mengikuti perkembangan informasi dan teknologi yang kian cepat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, di zaman ini mestinya membuat dunia pendidikan harus lebih peka untuk menyikapinya. Jika tida‎k, maka sumber daya manusia Indonesia akan jauh tertinggal.

“Kita sibuk memperbaiki kualitas, proses, manajemen dan hasil pendidikan. Tetapi kita dihadapkan oleh dunia yang berubah cepat, teknologi berubah cepat,‎” katanya sebagaimana ditulis Liputan6.

Sektor pendidikan dengan anggaran yang besar, diinginkannya, dapat membuahkan hasil yang baik. Karena biasanya hal yang diraih tanpa kerja keras akan memunculkan hasil yang tidak baik.

“Kualitas belanja pendidikan yang baik, maka sektor pendidikan tidak perlu bekerja keras karena sudah dapat jatah, beda sektor lain kesehatan, jalan raya listrik, irigasi, perdagangan penting industri penting, semua penting. Tapi semua itu harus buat program yang baik untuk dapat anggaran. Manusia biasanya dalam kemudahan dapat anggaran akan memunculkan upaya tidak menghasilkan terbaik,” bebernya.

Rincian Program Prioritas Penggunaan Anggaran Pendidikan Tahun 2018 (Sumber Jawa Pos)

1. Akses Pendidikan Pembangunan Sekolah Baru. Sasarannya akan dibangun 73 unit sekolah baru dan 4.904 ruang kelas baru.

Pembangunan atau rehabilitasi 21.287 ruang kelas baru. Pembangunan perpustakaan sebanyak 2.515 unit.

Prioritas untuk daerah terpencil dan pinggiran atau terluar.

2. Guru dan Tenaga Pendidikan. Sertifikasi bagi 25 ribu guru. Kemudian 128.626 guru akan menjalankan peningkatan program kompetensi. Sebanyak 222.204 guru juga akan diberikam tunjangan profesi guru, naik 100 persen dibanding tahun lalu.

3. Akreditasi Sekolah. Akreditasi sekolah setiap 5 tahun harus diupdate. Tahum 2018 ada 57 ribu lembaga.

4. Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tahun 2018. Sasarannya bagi 17.926.308 anak.

5. Sekolah Kejuruan Pembangunan ruang kelas baru SMK sebanyak 1.500 ruang. Dan pembangunan gedung SMK baru sebanyak 25 unit.

Pendidikan Karakter dan Penguatan Kebudayaan Pendidikan karakter ditargetkan untuk 1.684 sekolah. Revitalisasi desa adat 118 desa. Revitalisasi museum 37 unit.

7. Lema/Pengayaan Kata Indonesia baru mempunyai 130 ribu kata. Kemdikbud akan menambah 30 ribu lebih Lema kosakata baru.

Apa Tanggapan Anda ?