Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan keterangan pers. foto: menpan.go.id

Nasional

Anggaran Kemendikbud Menurun Triliunan, Apa Sebabnya


JAKARTA– Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp 4,1 triliun menjadi Rp 35,9 triliun. Tadinya mencapai Rp 40 triliun. Penurunan tersebut bersumber dari anggaran pembangunan prasarana sekolah sebesar Rp 3,55 triliun diserahkan ke Kementerian PUPR dan efisiensi anggaran sebesar Rp 542,9 miliar.

“Ini sesuai dengan arahan bapak Presiden, agar pembangunan infrastruktur pendidikan dikerjakan oleh Kementerian PUPR,” kata Ketua Komisi X DPR, Djoko Udjianto dilansir dari detik.com.

Mengenai Kementerian/Lembaga yang memperoleh alokasi anggaran terbesar pada APBN 2019, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Menteri PURP tetap terbesar. Kemudian TNI-Polri, baru Kementerian Pendidikan disusul Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, dan Kemenristekdikti.

Dikatakan, tentang realisasi penerimaan negara yang tumbuh cukup baik 18,2 persen, atau keseluruhannya mencapai Rp 1,96 triliun. “Disumbangkan baik dari penerimaan pajak yang tumbuhnya mencapai 15,2%, penerimaan bea cukai tumbuh 14,7%, dan penerimaan negara bukan pajak yang tumbuh 28,4%. Ini outlooknya sampai akhir tahun,” kata Sri dalam keterangan persnya.

Menkeu menjelaskan, untuk pertama kali penerimaan negara akan mencapai melebihi apa yang ada dalam Undang-Undang APBN. Yaitu, bisa mencapai Rp 1.936 triliun. Itu lebih tinggi dari APBN sebesar Rp 1.894 triliun.

Adapun belanja negara, menurut Menkeu, juga cukup bagus sampai akhir tahun akan diperkirakan mencapai Rp 2.210 triliun atau tumbuh 11%, lebih tinggi dari tahun lalu yang hanya tumbuh 6,9%.

Jadi, pertumbuhan belanjanya tumbuh 11% lebih tinggi dari tahun lalu, pendapatan negara tumbuh 18,2% lebih tinggi dari tahun lalu yang tumbuhnya hanya 6,5%. “Total keseluruhan APBN kita di 2018 diperkirakan defisit hanya 1,86% , jauh lebih rendah dari prakiraan pada Undang-Undang APBN sebesar 2,19%,” ungkap Menkeu.

Baca Juga :  Plt Sekda Ungkap Capaian Kinerja Pendidikan

Menkeu menilai, ini adalah perbaikan APBN yang bagus sebagai modal menghadapi ketidakpastian di tahun 2019. Apakah itu yang berasal dari kesepakatan perdagangan antara Amerika dengan China, kemungkinan terjadinya kelesuan atau pelemahan ekonomi dunia. “Ini akan kita terus waspadai,” tandasnya.

Mengenai APBN 2019, Menkeu Sri mengatakan, anggaran untuk belanja negara akan mencapai Rp  2.461 triliun. Lebih tinggi dari tahun ini sebesar Rp 2.210 triliun.

Ia menjelaskan, fokus pemerintah adalah bagaimana menggunakan APBN sebaik mungkin melalui perencanaan pelaksanaan APBN 2019 agar prestasi tahun ini yang pertumbuhannya sudah bagus bisa dipertahankan. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?
Ucapan Pemkot