Opini

Kiat Praktis Menulis Cerpen

Siedoo, Bagi pembaca yang ingin belajar menulis cerita pendek (cerpen), modal utama adalah keberanian menulis. Para penulis besar dan terkenalpun mereka mengawali dengan keberanian menulis. Bila pembaca tertarik, ada baiknya simak kiat-kiat praktis, teknik menulis cerpen berikut ini.

Perencanaan Cerpen

Sebelum menulis cerpen, terlebih dahulu merencanakan sebuah cerpen. Buatlah bagan mulai permasalahan, konflik, dan penyelesaian. Dalam hal permasalahan, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama yang ditulis. Misalnya kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang
hilang, dan sebagainya.

Berikutnya, tunjukkan bagaimana tokoh itu akhirnya mengatasi masalah. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis.

Contohnya, kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, atau yang lainnya.
Ketika kita selesai menulis, jangan lupa selalu periksa kembali pekerjaan kita dengan memperhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa.

Jangan menyia-nyiakan kerja keras kita dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca cerpen kita.

Teknik Menulis Cerpen

Kiat di atas adalah langkah sederhana yang menjadi bekal awal untuk menulis cerpen. Selanjutnya, perlu diperhatikan beberapa teknik berikut, agar kita semakin berkembang sebagai seorang penulis cerpen.

1. Tema (latar)

Dalam sebuah cerpen, tema perlu kita pegang. Tema inilah yang menjadi benang merah ketika seorang cerpenis mulai bekerja. Seperti dalam karya nonfiksi, di mana ada gagasan utama, dalam sebuah cerpen juga begitu. Gagasan utamanya tetap harus kuat terasa ketika orang selesai membaca karya cerpen yang dibuat oleh seorang pengarang.

2. Alur (plot)

Alur ini perlu dibangun secara lengkap. Dalam arti terbaca jelas bagaimana pembukaan, pemunculan konflik dan pada akhirnya sang pengarang mengakhiri sebuah cerita. Satu hal yang sering terjadi, pengarang terlalu bertele-tele dan berlama-lama dalam pembukaan cerita.

Sehingga, bagian konflik dan penyelesainnya malah menggantung. Nah, porsi masing-masing perlu diseimbangkan agar cerita menjadi utuh.

3. Karakter tokoh

Dalam cerpen, usahakan tokoh tidak terlalu banyak. Justru, yang paling penting adalah bagaimana membuat tokoh rekaan dalam sebuah cerpen tersebut, bisa dikenang oleh pembaca.

4. Dialog

Dalam membangun dialog juga berlaku sama, yaitu perlu dibangun kekuatan kata-kata yang keluar dari sang tokoh dalam cerpen. Kata-kata yang menggugah, menginspirasi atau memberikan kesan khas pada sang tokoh yang mengucapkannya.

5. Setting (tempat kejadian)

Tempat kejadian usahakan begitu dekat dengan pembaca. Jika sulit, imajinasikan dan narasikan tempat-tempat itu agar terkesan khas. Sehingga, pembaca akan bisa merasakan seolah-olah tempat itu ada, unik dan menarik.

6. Sepenggal kisah

Dalam cerpen, cukup ceritakan sepenggal kisah saja dari sang tokoh. Jangan terlampau mendedahkan (mendetailkan) kisah sang tokoh dalam rentang waktu berhari-hari atau berbulan-bulan. Bahkan, kisah satu jam atau 10 menit sang tokoh pun cukup, asalkan memang menarik.

Nah, itulah kiat praktis yang perlu kita praktikkan dalam menulis cerita pendek. Jangan takut memulai, mengutip pepatah dari pengarang Narwan Sastra Kelana, ‘perjalanan satu mil dimulai dari satu langkah’. Artinya, bila ingin sampai tujuan, maka segera langkahkan kaki kita. Mulailah menulis dan selamat berkarya! (*)

 

 

*Yayan Rusyanto
Pecinta Literasi, tinggal di Cilacap, Jawa Tengah.

 

Apa Tanggapan Anda ?