Seni Tokoh

Mahasiswa Unsyiah Edukasi Nandong Smong untuk Santri Dayah

Siedoo, Istilah nandong dalam masyarakat Simeulue, Aceh adalah media mengungkapkan perasaan. Termasuk seni tutur yang telah lama mengakar dalam kebudayaan Simeulue. Kesenian ini adalah salah satu kesenian yang sangat populer di kalangan masyarakat setempat.

Sedangkan smong merupakan istilah air laut naik (tsunami). Untuk istilah dayah, di beberapa negara muslim lain disebut juga zawiyah, juga lazim disebutkan sebagai sekolah agama Islam (madrasah). Di Indonesia, penyebutan dayah untuk sebuah lembaga pendidikan agama Islam di Aceh, di pulau Jawa disebut pesantren.

Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dilakukan edukasi siaga bencana bagi santri Dayah Terpadu Inshafuddin. Tim ini terdiri dari lima mahasiswa yang diketuai oleh Imam Maulana (Fakultas Kedokteran).

Sedangkan anggota tim yaitu Zahratunnisa (Fakultas Teknik), Mohd. Hafizh Al Mukarram (Fakultas Teknik), Lilla Raswita (Fakultas Kedokteran), dan Septia Karlia (FKIP).

Dilansir dari unsyiah.ac.id, Imam mengatakan bahwa, tim mereka di PKM tahun ini melahirkan inovasi Pasmina (Pengembangan Paket Kesenian untuk Mitigasi Bencana). Inovasi ini mengambil kearifan lokal di Simeulue dengan metode kesenian Nandong Smong untuk menghadirkan kesiapsiagaan santri dayah menghadapi bencana.

Kesenian ini berupa perpaduan dari kesenian di Aceh, seperti tari Guel dan Didong yang dikemas menjadi drama. Drama ini diiringi nyanyian Nandong Smong khas Simeulue.

“Target utama drama ini untuk memperkenalkan istilah smong kepada para penonton dengan kesan yang menyenangkan,” papar Imam.

Tim itu dibimbing oleh Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si, dosen FK dan peneliti TDMRC Unsyiah. Mereka menyaksikan langsung bagaimana smong menyelamatkan penduduk pulau tersebut pada tsunami tahun 2004 silam.

Imam menjelaskan sebutan smong ini telah turun temurun. Sehingga menjadi faktor minimnya korban bencana tsunami di Simeulue.

“Kearifan lokal smong salah satu faktor yang menyebabkan hanya 7 korban jiwa, ini angka yang kecil dibandingkan daerah lain,” ungkap Imam.

Tim PKM ini membina 10 santri yang terdiri dari 6 santriwan dan 4 santriwati. Kesenian Nandong Smong ini dipentaskan pada tasyakuran milad dan wisuda santri Dayah Terpadu Inshafuddin, pada baru-baru ini.

Mereka berlatih selama 30 hari agar dapat tampil maksimal. Imam mengaku, sejak pentas seni ini banyak para santri yang semakin mengerti tentang smong.

“Kami berharap dari kegiatan PKM ini dapat terbentuk tim kesenian dengan adaptasi Nandong Smong yang siap tampil di tengah masyarakat,” harap Imam. (*)

Apa Tanggapan Anda ?