Featured

Sejak 1971, Kesenian Wahyu Budaya Muda Eksis dari Gunung Andong

Siedoo, Kelompok tari Dusun Sawit, yang lebih dikenal dengan sebutan Wahyu Budaya Muda (WBM) didirikan sejak tahun 1971. WBM sendiri merupakan suatu perkumpulan yang menjadi wadah bagi para pegiat seni, terutama seni tari di Dusun Sawit, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Inisiator dari terbentuknya WBM adalah para pemuda Dusun Sawit yang melihat tarian masyarakat kala itu potensial untuk dikembangkan. Terutama saat ini Dusun Sawit yang berada tepat di bawah kaki Gunung Andong menjadikannya sebagai daerah wisata.

Suatu daerah dalam menarik wisatawan perlu memiliki ciri khas tersendiri. Seperti Dusun Sawit misalnya, selain menjadi Dusun Wisata dalam pendakian Gunung Andong, juga memiliki kesenian tari tradisional yang sewaktu-waktu akan ditampilkan untuk menghibur pendaki ataupun tamu yang datang.

Pada awalnya WBM hanya fokus pada tarian Soreng, namun seiring perkembangan jaman kini menjadi 9 jenis tarian. Menjadi pegiat seni harus memiliki kreativitas tinggi. Selain berusaha mempertahankan kearifan lokal juga perlu melihat perkembangan jaman.

Jenis tarian yang dibawakan WBM juga menyesuaikan dengan selera masa kini, hingga saat ini tersisa 5 jenis tarian yang masih eksis. Diantaranya Soreng, Jaran Kepang Kreasi, Jaran Kepang Klasik, Topeng Ireng, dan Warok.

Seni Tari WBM Dusun Sawit, Girirejo, Ngablak, Kabupaten Magelang.

Pada 2009 kelompok ini juga pernah membuka suatu sendra tari. Namun karena pendanaan dalam hal ini cukup banyak, terlebih dengan peminat yang sedikit menyebabkan alat-alat tari menjadi terbengkalai. Hingga dalam beberapa waktu terpaksa dihentikan.

Jenis tarian yang ditampilkan biasanya menyesuaikan dari permintaan penyelenggara. Pada setiap penampilannya, biasanya WBM melibatkan sekitar 50 penari. Jumlah tersebut bisa berbeda sewaktu-waktu tergantung dari jenis tarian dan lokasi acara.

Sesuai dengan namanya, Wahyu berarti petunjuk, Budaya yang berarti budaya dan Muda yang berarti muda, yaitu suatu perkumpulan yang mewadahi kreativitas seni para pemuda. Dalam keorganisasian saat ini tercatat 80 hingga 90 anggota, yang mana keseluruhan adalah warga Dusun Sawit. Rentang usia yaitu mulai 10 hingga 70 tahun.

Anggota WBM ini dikhususkan hanya bagi masyarakat Dusun Sawit. Hal ini untuk mengakomodasi minat bakat masyarakat sekaligus mempertahankan ciri khas Dusun Sawit. Adapun latihan diadakan setiap minggunya untuk memaksimalkan penampilan setiap anggota.

WBM juga sudah dipercaya dan diundang di berbagai acara dan bermacam-macam tempat, hingga keliling Jawa Tengah. Dalam seminggu WBM bisa mendapat 3 sampai 4 kali undangan tampil.

Salah satu pengurus WBM, Handoko menyampaikan harapannya agar kelompok ini dapat selalu kompak dan solid dalam segala hal. “Saya harap agar WBM bisa tetap kompak, dan semoga kedepannya mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah, bisa berubah peran seni dan lainnya,” ujar Handoko. (*)

Apa Tanggapan Anda ?