Para seniman tari dari kalangan remaja sedang berlatih untuk tampil dalam kegiatan Apeksi 2019. foto : Siedoo

Daerah Kegiatan

Disdikbud Kota Magelang, Siap Tampilkan Seni di Apeksi 2019


MAGELANG - Peraturan perundang –undangan Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menjadi dasar hukum untuk melestarikan dan mengembangkan budaya dan seni bangsa Indonesia. Kesenian termasuk dalam unsur kebudayaan dan menjadi bagian dari kurikulum sekolah dalam rangka pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Jawa Tengah tentu ikut berperan dalam mewujudkan hal tersebut.

Salah satu bentuknya ikut berpartisipasi dan mengirim duta seni dalam kegiatan Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang diadakan pada 3-5 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah. Apeksi merupakan sebuah rakernas walikota se-Indonesia yang didakan setiap tahun. Salah satu agenda yang menjadi bagian di dalam kegiatan itu ialah menampilkan kesenian dari masing-masing kabupaten atau kota.

“Jadi seluruh kota se-Indonesia berkumpul jadi satu dan mewakilkan duta seni masing-masing daerah. Saat ini kita sedang mempersiapkan kesenian untuk Apeksi itu,” kata Sugeng Priyadi, S.E, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Magelang.

Para seniman yang di sekolah, masyarakat dan universitas dikumpukan menjadi satu untuk bekerja sama menghasilkan seni tari yang akan ditampilkan. Duta seni yang dikirim rata-rata terdiri dari remaja yang masih pelajar SMA dan mahasiswa. Ada juga yang statusnya bekerja, tetapi masih usia remaja.

“Untuk Apeksi kali ini kita sebelumnya lakukan audisi. Kita pantau dari sanggar-sanggar, kita lihat dari usia remaja. Penari-penari terbaik dari masing-masing sanggar kita pilih.  Hal itu kita lakukan, karena akan menjadi duta seni yang mewakili Kota Magelang, jadi kita pilih penari-penari terbaik untuk tampil di Apeksi,” jelasnya.

Kota Magelang akan menampilkan 2 hal yaitu kirab budaya dengan judul Burung Kuning Sejuta Bunga. Sedangkan hal yang kedua ialah  pentas Tari Gethuk.

Selain sebagai ajang promosi kesenian, di agenda acara Apeksi  juga bisa melihat kesenian dari daerah lain. Hal itu bisa menjadi bahan ide dan inspirasi untuk bisa diterapkan di daerah masing-masing.

Disdikbud Kota Magelang juga berupaya untuk melestarikan kebudayaan dan mengembangkannya, sehingga bisa menjadi nilai jual.

“Ada terdapat 3 jenis seni diantaranya, tradisional atau klasik, kontemporer/inovasi dan modern. Kalau orang hanya berpatokan pada masa lalu tidak melihat ke masa depan, maka akan jenuh. Itulah salah satu hal yang menyebabkan ditinggalkan. Maka untuk menjembatani itu, muncullah yang namanya kontemporer itu. Agar anak muda tetap mengenal seni tradisional, bisa mengembangkan dari basic tradisionalnya, namun tidak membunuh kreatifitas inovasinya,” terangnya.

Ditambahkan bahwa, untuk visi dari kebudayaan itu, disamping berorientasi pada pemajuan kesejahteraan yang artinya secara ekonomi memberikan profit oriented, tetapi juga mempertahankan karakter jadi diri bangsa. Kurikulum seni budaya terdapat di kurikulum sekolah, seperti bahasa jawa/daerah dan sejarah lokal yang menjadi unsur dalam seni budaya, yang masuk ke dalam kurikulum pendidikan.

Disdikbud Kota Magelang mengupayakan untuk mengembangkan ekstrakurikuler di sekolah yang berkaitan dengan seni budaya. Sehingga, program-program dalam meningkatkan seni budaya yang berkualitas dan berdaya saing bisa melalui ekstrakurikuler.

“Misalnya kami menyelenggarakan lomba tari, macapat, geguritan, teater antar siswa dan sekolah, itu kan dalam rangka mengembangkan seni budaya. Akhirnya tidak sedikit dari mereka yang memiliki daya jualnya sendiri, ada yang menjadi sanggar dan laku,”  tandasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?