Daerah

22 Taruna Tingkat III Akmil Pelajari Kendaraan Tempur

SEMARANG - Sejumlah 22 Taruna Tingkat III Akademi Militer (Akmil) Kecabangan Kaveleri menerima materi Taktik (Tik) Kavaleri dalam pengamanan di Batalyon Kavaleri (Yonkav) 2/ Turangga Ceta Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah, Rabu – Kamis (8-9/5/2019).

Kesempatan itu, penyampaian materi dilakukan Kapten Kav Widi dan Lettu Kav Hendro dari Pusdik Kavaleri. Materi taktik pengamanan Kaveleri meliputi pengecekan materiil kendaraan tempur, cek poin, pengamanan, ketentuan perpindahan, komunikasi, disiplin perpindahan serta kecepatan perpindahan.

“Pada materi perpindahan kendaraan tempur hal penting yang harus diperhatikan adalah keamanan perpindahan dan jalannya pengamanan,” ujar pemateri.

Di sela-sela kegiatan pelajaran, Direktur Pembinaan Pendidikan (Dirbindik) Akmil, Kol Inf Agung Pambudi mengunjungi para taruna. Ia berpesan agar mempelajari dan memahami materi kecabangan Kavaleri.

“Kecabangan Kaveleri sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas di kesatuan nantinya,” tandasnya.

Sementara itu, Komandan Batalyon Kaveleri 2 Turangga Ceta Letkol kav Hery Bakti S.H menjelaskan bahwa Batalyon Kavaleri 2/Turangga Ceta (atau Yonkav 2/TC) Kodam IV/Diponegoro adalah sebuah pasukan Kavaleri Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dibentuk pada 4 April 1950 dan bermarkas di Ambarawa, Jawa Tengah.

“Tugas Pokok Yonkav 2/Tank melaksanakan pertempuran di darat dengan menggunakan alat peralatan gerak cepat dan atau berlapis baja,” jelasnya.

Disampaikannya, disamping tugas pokok tersebut Yonkav 2/Tank juga mendukung tugas pokok Kodam IV/Diponegoro. Sejak kelahirannya sampai saat ini satuan ini sudah melaksanakan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.

Ia juga menjelaskan tentang sejarah singkat kesatuan untuk tersebut memberikan gambaran sekilas tentang pengabdian selama ini sehingga dapat dimanfaatkan sebagai upaya menumbuhkembanggakan, kecintaan dan kesetiaan yang mendalam bagi Prajurit Yonkav 2/Tank terhadap kesatuannya.

“Sejarah kelahiran Yonkav 2/Tank tidak terlepas dari sejarah Bangsa Indonesia khususnya sejarah perjuangan TNI  AD melawan penjajah di Jawa Tengah dan DIY serta merupakan bagian dari sejarah kelahiran Korps Kavaleri TNI AD dan sejarah kelahiran Kodam IV/Diponegoro.

“Selain untuk menumbuhkan rasa kecintaan  bagi Prajurit Yonkav 2/Tank, penjelasan tersebut  juga bertujuan untuk memberikan gambaran kepada Taruna Tingkat III Akmil kecabangan Kavaleri sebagai kader pimpinan TNI AD masa depan kecabangan Kavaleri,” jelasnya. (Siedoo)

Apa Tanggapan Anda ?